Tim Kurban Mataram Temukan Delapan Kasus Cacing Hati
MATARAM – Tim pemeriksa kesehatan hewan kurban Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menemukan delapan kasus cacing hati pada hewan kurban yang dipotong di sejumlah titik di kota ini.
“Data sementara sampai hari ini, kami baru menemukan delapan kasus cacing hati dari beberapa titik pemotongan hewan kurban,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, drh. Dyan Riyatmoko di Mataram, Kamis.
Menurutnya, cacing hati itu ditemukan saat tim mulai memeriksa bagian hati sapi yang dipotong dan pada bagian lubang hati. Bagian hati yang terindikasi cacingan itu biasanya keras dan berubah warna, tapi selama hati tidak berubah warna, bagian tersebut masih bisa dikonsumsi.
“Dari delapan kasus tersebut, empat ekor dibuang sebagian dan empat ekor dibuang semua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah hewan kurban yang telah dipotong hingga saat ini sebanyak 1.372 ekor untuk kambing dan 751 ekor untuk sapi dengan jumlah titik pemotongan 181 titik.
Kegiatan pemeriksaan dan pengawasan pemotongan hewan kurban dilaksanakan sampai hari Jumat (24/8), sesuai batas akhir pemotongan hewan kurban secara syariat Islam.
“Jadi kami belum bisa menyimpulkan, apakah jumlah kasus tahun ini lebih banyak atau sedikit dibandingkan tahun 2017, sebab proses pemeriksaan masih sedang berjalan,” katanya.
Akan tetapi, lanjutnya, jika melihat data sementara bisa dikatakan jumlah kasus cacing hati tahun ini menurun, karena tahun lalu jumlah kasus cacing hati sebanyak 17 kasus, dan tahun lalu ditemukan kasus radang paru.
“Sementara tahun ini sampai sekarang kasus cacing hati baru 8, dan tidak ada ditemukan kasus radang paru. Harapan kita kasus-kasus itu tidak ada,” katanya.
Ia menyebutkan, tingkat temuan cacing hati saat pemotongan hewan kurban setiap tahun selalu ada namun persentasenya sangat kecil, hal itu salah satunya dipicu karena faktor makanan atau pakan yang dikonsumsi.
Kemungkinan, tambahnya, masih ada sisa telur cacing dan pakan dalam keadaan basah.
“Karena itu, pakan yang baik untuk ternak adalah pakan yang sudah dikeringkan,” lanjutnya. (Ant)