Pelaksanaan Ibadah Kurban di Kalsel, Meningkat
BANJARMASIN — Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kalimantan Selatan (Kalsel), Suparmi mengatakan pelaksanaan ibadah kurban di provinsinya meningkat pada Idul Adha atau Hari Raya Haji 1439 Hijriah yang bertepatan Agustus 2018.
“Peningkatan ibadah kurban itu terlihat dari permintaan terhadap hewan untuk pelaksanaan ibadah tersebut,” ujarnya sebelum rapat paripurna istimewa DPRD Kalsel di Banjarmasin, Kamis (23/8/2018).
Menurutnya untuk kebutuhan ibadah kurban masyarakat muslim yang merupakan mayoritas penduduk Kalsel dan tersebar pada 13 kabupaten ada 9.000 ekor sapi, 500 kerbau dan lebih 500 ekor kambing.
“Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 10 persen bila dibandingkan dengan musim pelaksanaan ibadah qurban tahun lalu,” ujarnya seraya menambahkan hewan kurban itu sebagian besar hasil peternak lokal Kalsel sendiri.
Sebagai contoh Kabupaten Barito Kuala dan Tanah Laut merupakan sentra peternakan/hewan besar seperti sapi, kerbau dan kambing.
Mengenai harga hewan kurban, dia tidak menampik terjadi kenaikan bila dibandingkan dengan tahun lalu yaitu berkisar antara 10 hingga 15 persen, terkecuali jenis seperti sapi limosin.
Kendati terjadi kenaikan harga, dia memperkirakan pelaksanaan ibadah kurban di Kalsel tahun ini juga mengalami kenaikan sekitar 10 persen dari tahun lalu yang tercatat 9.000 ekor.
“Peningkatan pelaksanaan ibadah qurban, menunjukan perekonomian kaum Muslim Kalsel tersebut cukup membaik,” lanjut Suparmi.
Contoh nyata lain dari peningkatan ibadah qurban tersebut, seperti pada Masjid Assa’adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin tahun lalu hanya 16 ekor sapi, dan Idul Adha 1439 H menjadi 18 ekor.
“Jumlah 18 ekor sapi itupun karena panitia pelaksana ibadah qurban membatasi, padahal masih ada mau mendaftar,” ujar Ketua Pengurus Masjid Assa’adah tersebut, Drs H Buchari Arnain MM. (Ant)