Batik Celup Surabaya Diminta Lebih Variatif

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini - Dok CDN

SURABAYA – Produksi batik Tie Dye atau batik celup, di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur bisa lebih variatif. Perajin diminta tidak hanya terfokus untuk membuat kain batik saja.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut, pengrajin bisa mengembangkan produksinya dengan membuat produk lain, seperti baju, dompet dan tas.”Kita tidak hanya sebatas membuat batik celup. Desain juga harus ditingkatkan,” katanya, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, perajin batik celup Surabaya harus bisa menyasar pasar kalangan menengah ke atas. Hal itu dibutuhkan untuk menambah omset penghasilan. Dan untuk dapat mencapainya, perajin perlu desain yang kreatif, dan pemilihan warna yang tepat, untuk menciptakan daya tarik bagi para pembeli. Perajin batik perlu memperhatikan tren warna dan desain di pasar. “Lihat tren sekarang ini, yang ramai warna apa. Terus desain bajunya seperti apa,” tandasnya.

Dari hasil pertemuan dengan Wakil Wali Kota Liverpool Gary Millar, di Liverpool beberapa waktu lalu, Risma memperkirakan, tahun depan akan terjadi trending fashion Batik Tie Dye atau batik celup. Dari prediksi tersebut, Risma berencana memberikan pelatihan khusus, bagi perajin batik celup di Surabaya.

Terutama dalam upaya mengembangkan produk batik celup Surabaya. “Tahun depan, saya berharap ibu-ibu bisa masuk wilayah menengah atas. Saya tidak mau harga jualnya cuma Rp250 ribu. Artinya, ada desain khusus, kalau ada pemesanan murah tidak apa-apa dilayani, tapi juga ada harga dengan baju yang kualitas khusus,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...