Pelican Crossing, Mudahkan Masyarakat Menyeberang

Editor: Satmoko Budi Santoso

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Foto Dok. CDN

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan dana untuk membangun tempat penyeberangan di sekitar kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, dana yang telah disiapkan itu sekitar Rp 100 juta membuat pelican crossing sebagai tempat penyeberangan sementara karena jembatan penyeberangan orang (JPO) berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI) akan dibongkar.

Menurut Anies, menyebut JPO itu menghalangi pemandangan ke arah Patung Selamat Datang di Bundaran HI. Tempat penyeberangan tersebut disertai lampu yang biasa disebut pelican crossing.

“Kira-kira diperlukan sekitar Rp100 juta. Ada empat titik, di situ kan tengahnya ada pulau yang dulu dipakai untuk pembatas jalan sekaligus tempat transit TransJakarta,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).

Anies menuturkan, tujuan pembuatan pelican crossing untuk memudahkan masyarakat menyeberang terutama ibu hamil, orang tua, penyandang disabilitas maupun difabel dengan tombol untuk menyeberang jalan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Ini digunakan memudahkan bagi warga terutama yang memiliki kebutuhan khusus, seperti ibu hamil, disabilitas dan lain-lain dan yang penting mengembalikan posisi patung selamat datang seperti ketika 1962 dahulu dibangun,” tuturnya.

Tak hanya itu agar para atlet Asian Games dapat melihat langsung patung Selamat Datang di kawasan tersebut. Patung itu dibangun pada 17 Agustus 1961. Patung yang menghadap ke utara dibangun untuk memberikan salam selamat datang pada Atlet Asian Games pada 1962. Anies ingin suasana 56 tahun lalu kembali dirasakan tahun ini.

“Dengan begitu sekitar Bundaran HI pandangannya bebas hambatan,” ungkap dia.

Pembangunan pelican crossing akan dilakukan setelah pembongkaran JPO selesai ditargetkan pada minggu ini. Lalu pengerjaannya pun akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan. Sementara pembongkaran JPO dia menyerahkan ke PT MRT. Dia pun yakin pengerjaan pelican crossing tidak membutuhkan waktu lama. Sebab, menurutnya pengerjaan itu simpel.

“Insya Allah bisa. Nanti kita copot dan minggu ini selesai Insya Allah pengerjaannya akan dimulai week end besok, mudah-mudahan tidak lama akan selesai, karena kalau pelican crossing relatif simpel,” katanya.

Anies mengatakan pelican crossing akan mulai dikerjakan di depan Bundaran BI, tepatnya di Jalan Thamrin. “Akan ada dua, ujung utara dan ujung selatan Jalan Thamrin,” jelasnya.

Pembangunan pelican crossing, lanjut Anies, akan digunakan hanya untuk sementara waktu. Anies mengatakan jika sudah ada jembatan bawah tanah (terowongan penyeberangan orang) yang sudah disiapkan oleh pihak MRT, pelican crossing tak akan digunakan lagi.

“Kalau sudah selesai jembatan bawah tanah, maka pelican crossing ini tidak lagi diaktifkan,” ucap Anies.

Kemudian, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Koalisi Pejalan Kaki dan teman-teman disabilitas lainnya, dengan wacana dirobohkannya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Dia menilai, hal tersebut perlu dilakukan karena wacana JPO yang akan dirobohkan tersebut akan diganti dengan jalan under pass, yang dia klaim, lebih ramah dan mengakomodir penyandang disabilitas.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan teman-teman dari Koalisi Pejalan Kaki. Saya ingin menjadi jembatan bagi teman-teman Koalisi Pejalan Kaki. Kemarin saya sudah jalan di sekitar Sudirman dan Thamrin memang sedang dalam pengerjaan, tapi kita optimis dan tetap yakin,” katanya.

Sebelumnya, Anies berencana akan membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di dekat bundaran Hotel Indonesia (HI). Anies beralasan adanya JPO tersebut menghalangi pandangan orang yang ingin melihat Patung Selamat Datang, yang menjadi salah satu ikon Jakarta.

“Jembatan penyeberangan yang sekarang masih ada di dekat bundaran HI itu nanti akan kita turunkan,” kata Anies di kawasan Sudirman, belum lama ini.

Anies menyampaikan Patung Selamat Datang tersebut dulu dibangun untuk menyambut para peserta Asian Games di Jakarta pada tahun 1962 silam. Dengan dibongkarnya JPO tersebut, Anies berharap masyarakat bisa melihat patung tersebut tanpa terhalang oleh JPO.

“Semua orang yang lewat dari Jalan Thamrin ke arah Sudirman akan bisa melihat patung ini juga seperti semula,” tuturnya.

Lihat juga...