Maryam Supraba Lakoni Film Rocker Balik Kampung

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya. Demikian pepatah yang tepat ditujukan pada diri artis Maryam Supraba, yang bakat akting gemilangnya menurun dari ayahnya Rendra (Alm), yang dikenal sebagai penyair, budayawan dan dramawan ulung.

Maryam termasuk artis muda yang aktingnya matang dan gemilang. Karena sebelum terjun ke dunia film, ia terlibat di berbagai pertunjukan teater. Tak hanya itu, ia juga pernah menyanyi, bahkan nyanyi bisa dibilang menjadi awal karirnya dalam dunia kesenian.

“Dalam film Rocker Balik Kampung ini, saya berperan sebagai Andini, seorang ibu-ibu kampung yang single parent dengan satu anak yang sudah tumbuh remaja,” kata artis Maryam Supraba kepada Cendana News, dalam acara gala premiere film Rocker Balik Kampung di Metropole XXI, Jl. Pegangsaan 21. Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Perempuan kelahiran Bandung, 28 April 1978, itu membeberkan dalam menjalin chemistry dengan para pemain lainnya dalam film tersebut, terasa baginya sangat mudah.

“Kami sangat akrab satu sama lainnya, apalagi tempatnya mendukung sehingga memudahkan kami berdiskusi,” beber anak bungsu dari budayawan Rendra.

Menurut Maryam, tantangan main film tersebut dengan karakternya sebagai seorang perempuan yang rela berkorban.

“Saya yakin pola pikir dan gesture tubuhnya harus benar-benar menunjukkan orang yang rela berkorban,” ungkap peraih penghargaan aktris terbaik dalam Fiesta Film Independen Bandung 2012 untuk film Rasa Rindu.

Maryam mengaku menjalani syuting film tersebut hampir tiga minggu dengan setingnya di Bandung dan Sukabumi, “Alhamdulillah, syutingnya berjalan lancar, hingga filmnya sekarang siap tayang di bioskop seluruh Indonesia,” tuturnya.

Harapan Maryam terhadap film ini, semoga banyak orang yang menonton dan semoga semakin banyak orang yang semakin rindu dengan kampung halaman, betapa kita semestinya tidak lupa dengan akar adat budaya kita sendiri.

“Film ini kental sekali dengan adat budaya sebagai pengingat pada kita semua,” ungkapnya.

Berperan Jadi Single Parent

Maryam menyebut, sebetulnya yang namanya karakrer semakin sederhana justru semakin sulit dimainkan. Karena semakin harus lebih realistis lagi.

“Tidak ada karakter yang tidak menantang, karena karaker apapun memang selalu ada tantangannya,” ujarnya.

Akting bagi Maryam adalah mengenal diri sendiri, mengenal orang lain dan menbuka cakrawala. Sebuah dunia seni peran yang terasah dalam teater maupun film.

Ketika ditanya sebenarnya lebih memilih mana, teater atau film? Dengan tenang, Maryam memberikan jawaban, “Dua-duanya sangat menarik dan punya tantangannya masing-masing,” ujarnya.

Ke depan, Maryam membintangi film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi dengan arahan sutradara John de Rantau. “Film yang diadaptasi dari cerpen berjudul sama karya Seno Gumira Ajidarma,” pungkasnya.

Lihat juga...