Personel SAR Lampung Ditarik dari Posko Lebaran

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Badan Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Lampung, telah
usai melakukan pengamanan di sejumlah titik mengamankan angkutan Lebaran 2018 (1439 H).
Kepala Kantor SAR Lampung, Jumaril, menyebut, puluhan personel yang disiagakan di tiap satuan posko yang berpotensi terjadinya musibah dan kondisi yang membahayakan jiwa manusia telah kembali ke markas Basarnas Lampung di Branti, dan selalu disiagakan di markas Basarnas Lampung.
Sesuai evaluasi Basarnas Lampung, personel Basarnas Lampung telah melakukan beberapa penanganan rescue dan membantu warga selama angkutan Lebaran 2018.
Jumaril, kepala kantor SAR Lampung [Foto: Henk Widi]
“Setelah operasi SAR angkutan lebaran usai, beberapa personel ditarik ke posisi awal dengan sejumlah penanganan kejadian membahayakan jiwa manusia dominan di objek wisata bahari,” terang Jumaril, Senin (25/6/2018).
Jumaril menyebut, dalam kurun waktu dua pekan, H-8 hingga H+8 Lebaran 2018, terdapat 3 kejadian yang membahayakan jiwa manusia yang langsung ditangani oleh kantor SAR Lampung berkoordinasi dengan sejumlah pihak.
Di antaranya, dua orang meninggal dunia setelah terseret ombak dan tenggelam di Pantai Ketapang Kota Agung Timur kabupaten Tanggamus. Satu orang dilaporkan hilang dan ditemukan selamat di Pemandian Air Panas Way Belerang, Kalianda, kabupaten Lampung Selatan. Satu orang meninggal dunia akibat terseret ombak dan tenggelam di Pantai Cemara Kalianda, Lampung Selatan.
“Korban sebagian ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian musibah dan ditemukan dalam kurun waktu dua hari oleh personel gabungan SAR,” beber Jumaril.
Kantor SAR Lampung juga membantu kejadian di darat pada sejumlah posko. Kejadian kecelakaan lalu lintas, di antaranya satu korban kecelakaan di Tanggamus, ditangani posko SAR Tanggamus dan satu korban kecelakaan di Branti di dekat kantor SAR Lampung.
Di posko  SAR Bakauheni, personel juga  membantu penanganan satu korban pingsan di Dermaga 3 saat arus mudik. Sementara  posko  objek wisata Pantai Sari Ringgung menangani tiga pengunjung, yaitu satu orang terjatuh dari prosotan dan dua orang terkena bulu babi.
Dari beberapa kejadian itu, Jumaril menyebut sejumlah kejadian membahayakan jiwa manusia disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan faktor keselamatan yang dimiliki oleh masyarakat, dalam menjalani libur Lebaran tahun ini.
Pada kecelakaan di darat, Jumaril menyebut kurangnya alat pelindung diri (APD) termasuk helm, pelindung kaki dan tangan menjadi penyebab insiden kecelakaan. Kejadian membahayakan di pantai akibat faktor tidak memakai pelampung dan tidak memperhatikan kondisi cuaca saat berwisata.
Pada evaluasi pengamanan angkutan Lebaran 2018, ia menyampaikan harapannya, agar ke depan masyarakat dapat lebih peduli terhadap faktor keselamatan.
Bagi personel Kantor SAR Lampung, ia berpesan agar bisa lebih meningkatkan lagi kinerjanya dan dapat meminimalisir kecelakaan di laut dan di darat, sehingga mengurangi adanya korban.
Peningkatan kapasitas dan kemampuan personel didukung peralatan penunjang disebutnya akan terus dilakukan untuk mempermudah kinerja kantor SAR Lampung.
“Walaupun liburan telah usai, kami Basarnas Lampung selalu siap siaga 24 jam  melayani masyarakat di bidang pencarian dan pertolongan yang bisa terjadi kapan saja,” terang Jumaril.
Badan pencarian dan pertolongan kantor SAR Lampung diakuinya juga selalu berkoordinasi dengan semua instansi dalam penanganan kondisi membahayakan manusia.
Koordinasi dilakukan dengan BPBD masing-masing kabupaten, masyarakat dengan komunikasi melalui nomor bebas pulsa 115 untuk kondisi darurat.
Pada musim dominan cuaca hujan, Kantor SAR Lampung juga selalu siaga akan kejadian membahayakan manusia akibat bencana alam dan kejadian tidak diinginkan.
Lihat juga...