Lebanon Jadi Anggota Ke-87 AIIB

Ilustrasi bendera Lebanon - Foto: Dokumentasi CDN

MUMBAI – Lebanon telah menjadi anggota ke-87 Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB). Permohonannya disetujui dalam pertemuan di tahunan yang digelar di Mumbai India.

Dewan Gubernur AIIB pada Selasa (26/6/2018) menyetujui dimasukkannya Lebanon pada pertemuan tahunan bank multilateral di pusat keuangan India, Mumbai. Presiden AIIB Jin Liqun membuat pengumuman itu saat konferensi pers usai pertemuan tahunan dua hari tersebut berakhir pada Selasa (26/6/2018).

Setelah semua proses hukum selesai serta deposito angsuran modal pertama, Lebanon secara resmi akan menjadi anggota AIIB. Saham-saham yang dialokasikan untuk calon anggota baru berasal dari kumpulan saham AIIB yang belum dialokasikan.

Masuknya Lebanon bertepatan dengan seruan presiden AIIB untuk inklusivitas. Presiden AIIB Jin mengatakan, Asia adalah prioritas utama bank yang berbasis di Beijing itu untuk menambah anggota. Namun demikian, AIIB tetap akan terus menambah anggota dari wilayah lain.

Negara-negara berkembang di Asia menyumbang 60 persen pertumbuhan ekonomi global. Sekitar dua pertiga dari perdagangan global adalah bagian dari rantai nilai yang melewati Asia. “Tujuan akhir dari bank adalah untuk meningkatkan kehidupan masyarakat di Asia dan sekitarnya. Memang, Asia sedang mengasumsikan kepemimpinan di wilayah baru,” kata Jin dalam pidatonya selama pertemuan.

Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Asia telah melampaui rata-rata global selama hampir tiga dekade. Ekonomi Asia telah menjadi kelas berat global. Presiden AIIB menegaskan, negara-negara Asia telah mendukung integrasi global dan telah mendapat banyak manfaat darinya.

Akan tetapi, meningkatnya kecenderungan proteksionis sekarang dapat menghapus keuntungan dari globalisasi. “Sayangnya, proteksionisme yang dipraktekkan oleh beberapa negara kemungkinan akan meredupkan prospek untuk semua negara di dunia, termasuk mereka sendiri. Globalisasi dapat terganggu. Tugas utama pemerintah adalah untuk memastikan bahwa manfaat perdagangan tersebar luas, untuk membantu pecundang menyesuaikan dan menjadi pemenang,” kata presiden AIIB.

Jin menegaskan, keterbukaan ekonomi dan investasi di bidang infrastruktur telah mendorong pertumbuhan Asia dalam beberapa dekade sebelumnya. Oleh karena itu, ia mengadvokasi integrasi ekonomi global dengan tujuan meningkatkan kebermanfaatan AIIB bagi semua.

“Tidak ada ruang untuk berpuas diri. Kami tahu bahwa kemiskinan terkonsentrasi di daerah-daerah yang tidak memiliki konektivitas yang baik ke pasar global. Jadi bagian dari solusi tepat di depan kami. Kami hanya perlu bertindak. Ini yang menjadi latar belakang AIIB dibentuk,” tandas Jin.

Perdana Menteri India Narendra Modi, dalam pidatonya, memuji pencapaian AIIB selama jangka pendek kurang dari tiga tahun, dan menyarankan agar bank multilateral ini memperluas pembiayaannya. Pertemuan tahunan ketiga AIIB dihadiri oleh lebih dari 3.000 delegasi dari lebih 80 negara dan wilayah dari Asia, Eropa, Afrika dan Amerika Latin.

Acara dua hari itu meliputi 22 seminar dan sesi konkuren di mana para pemimpin politik, ekonom, investor, akademisi, dan aktivis gender membahas berbagai topik. Pertemuan tahunan keempat AIIB akan berlangsung di Luksemburg pada 2019. “Luksemburg merasa terhormat untuk menjadi anggota non-regional pertama AIIB untuk menjadi tuan rumah pertemuan tahunan bank,” kata Menteri Keuangan Luksemburg Pierre Gramegna.

Resmi diluncurkan pada Januari 2016, AIIB yang berbasis di Beijing adalah bank pembangunan multilateral yang diprakarsai oleh Tiongkok dan didukung oleh berbagai negara dan wilayah, yang akan memberikan pembiayaan untuk perbaikan infrastruktur di Asia. (Ant)

Lihat juga...