BPBD Sumsel Tebar Garam Antisipasi Karhutla

Ilustrasi water bombing - Foto: Istimewa/Dok. Kementerian LHK

PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan melakukan modifikasi cuaca dengan menebar satu ton garam di langit setiap hari guna mencegah kebakaran hutan kebun dan lahan menjelang Asian Games 2018.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah di Palembang, Senin mengatakan, sejak pertengahan Mei lalu pihaknya terus menebar garam yang rata-rata satu ton setiap penebaran.

Garam sendiri disemai di langit dimana bila ada awan berpotensi hujan supaya lebih efektif, kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kesemuanya itu sebagai langkah dan upaya pihaknya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan kebun dan lahan.

Ketika ditanya tentang garam yang sudah disemai, dia tidak dapat merinci jumlahnya yang pasti setiap penyemaian dibutuhkan satu ton.

Penyemaian garam sendiri kadang-kadang dua kali sehari sehingga mengenai jumlahnya belum dapat dihitung secara rinci, ujar dia.

Dia mengatakan, penebaran garam itu penting supaya hujan timbul sehingga hutan dan lahan menjadi basah maka titik api bila timul cepat padam.

Memang, lanjut dia, pihaknya sekarang ini memaksimalkan pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan karena Sumsel pada Agustus mendatang akan kedatangan ribuan tamu untuk mengikuti pesta olahraga internasional.

Apalagi Gubernur Sumsel Alex Noerdin memerintahkan supaya daerahnya tidak ada kabut asap seperti yang terjadi pada 2015 sehingga kebakaran harus dicegah sejak dini.

Namun, upaya tersebut tidak terlepas peran serta semua pihak termasuk masyarakat di sekitar daerah rawan kebakaran, tambah dia.[ant]

Lihat juga...