Garap Lima, Lola Amaria Pahami Dunia Olahraga
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Lola Amaria selalu konsisten dengan karya-karya film yang menyiratkan banyak makna. Di film produksi terbarunya Lima, Lola mendalami intrik di dunia olahraga.
Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 tersebut mengambil tema dunia olahraga dalam film arahannya tersebut. Lola menggarap sisi sila ketiga tentang Persatuan Indonesia. “Kenapa renang, karena filosofi air yang adem, biru dan dingin sebagai simbol pemersatu,“ ungkapnya, Kamis (24/5/2018).
Menurut Lola, dunia olahraga itu menarik. Salah satu temuanya adalah, banyak atlit keturunan Tionghoa yang sampai sekarang masih tidak diakui. Sementara mereka sudah dapat emas dan prestasi dimana-mana. Sudah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. “Dalam dunia olahraga banyak juga kasus korupsi, mungkin ada yang belum tahu, ada titipan dan lain-lain,“ tandasnya.
Di dunia film, Lola termasuk artis multitalenta. Mulai dari menjadi sutradara, produser dan seringkal masih tetap menjadi pemain. “Selain sebagai produser, saya juga menyutradarai pada bagian ketiga mengenai sila ketiga Pancasila tentang persatuan Indonesia, yang letaknya di tengah dan menyatukan semuanya,“ tambahnya.
Lola menyebut, film Lima disutradarai lima orang. Masing-masing sutradara memiliki karakter dan ego masing-masing. Namun dalam proses berkaryanya, diklaim sangat Pancasila. “Kami mendengarkan satu sama lain, saran, kritik, tanpa harus ada satu pun yang tersinggung,“ ujarnya.
Hal-hal yang detail dan penting dibicarakan secara bersama sehingga terwujud film yang proses produksinya sangat panjang. Menyatukan lima style dalam satu film agar perbedaannya tidak terlalu jomplang. Diedit dengan sangat halus, dengan ending yang sangat manis. “Menjahit satu dengan lainnya, orang tidak merasa lima sutradaranya,” pungkasnya.