Usaha Bibit Tanaman di Padang Hasilnya Menjanjikan
Editor: Irvan Syafari
PADANG — Menjalani usaha menjual bibit tanaman buah ternyata mampu memberikan penghasilan yang menjanjikan. Usaha yang tergolong santai itu, mampu memperoleh omzet paling sedikit Rp7,5 juta per bulannya.
Dengan memanfaatkan lahan di perkarangan rumah yang tidak begitu luas, Jalimir mampu menjual bibit tanaman buah beraneka ragam. Seperti bibit kelengkeng, jambak jameka, asam kasturi, lemon tea, sawo madu, limau manih gunung omen, pasaman, sunkist, mangga madu, jambu madu, buah tin dan zaitun, rambutan, dan tanaman anggur.
Ia menjelaskan, untuk harga masing-masing bibit tanaman itu berbeda setiap jenis tanamannya. Paling mahal itu yakni jambu madu yang telah berbuah dengan harga Rp400.000 per batangnya, dengan harga yang sama yakni untuk tanaman tin dan zaitun. Sementara untuk tanaman lainnya dikisaran Rp250.000 per batangnya.
“Saya sudah memulai usaha ini sejak 2013 lalu melalui kelompok tani yang diberi nama Rumpuik Ameh. Secara perlahan-lahan, banyak yang beli bibit tanaman itu, dan saya pun mencoba mempromosikan ke kantor-kantor pemerintah, dan mengikuti kegiatan pameran di bazar,” katanya, Selasa (3/4/2018).
Menurutnya, penjualan bibit tanaman buah terbilang cukup bagus. Karena jika dilihat per harinya, minimal ada satu bibit yang dijual dengan harga Rp250.000 per batangnya. Untuk itu, jika dikakulasikan penghasilannya bisa mencapai Rp7,5 juta. Hal tersebut baru dihitung penjualan untuk satu batang bibit tanaman saja.
“Saya juga ada menjual tanaman ini ke kawasan GOR Agus Salim diwaktu hari libur yakni Sabtu dan Minggu. Terkadang di sana saya bisa mendapatkan penghasilan Rp1,5 juta untuk dua hari itu saja,” ucapnya.
Dikatakannya, menjalani usaha menjual bibit tanaman buah itu terbilang cukup mudah dan santai, dengan hasil yang menjanjikan. Hal yang dilakukan ialah penyiraman tanaman setiap paginya, dan terkadang ada beberapa tanaman yang perlu dikasih pupuk, selebihnya tinggal perawatan lainnya.
Saat ini pelanggan Jalimir ini datang dari berbagai golongan, seperti pegawai, orang perkantoran, dan beberapa keluarga yang membutuhkan bibit sebagai tanaman hias di rumah. Dengan demikian, membuat Jalimir bersama keluarganya yang tinggal di kawasan Sungai Lareh, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, turut bekerjasama untuk memasarkan bibit tanaman yang dijualnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli Ranjani mengatakan, tanaman yang ia cari ialah jambu madu dan tanaman asam kasturi. Dua tanaman itu dinilai cocok untuk menjadi tanaman hias di halaman rumah. Meski memiliki pertumbuhan lebih pendek, tapi sudah memiliki buah yang sudah bisa dipanen.
“Saya memang lagi mencari tanaman untuk halaman rumah. Kebetulan bapak ini ada membuka tempat jualan di Toko Tani di Kantor Dinas Pangan ini, saya pun lebih mudah mendapatkan bibit tanaman,” ujarnya.
Menurutnya, membeli bibit yang telah nampah buahnya lebih bagus, ketimbang harus menanam sendiri yang menggunakan bibit seperti biji dari buah. Selain membutuhkan waktu yang lama, juga membutuhkan perawatan yang ekstra.
“Harganya memang agak mahal. Tapi harus bagaimana lagi, tidak mungkin juga harus menanam dari awal. Jadi pilih yang sudah berbuah saja, karena hasilnya sudah tampak,” jelasnya.