Desa Klaten Manfaatkan Aset Desa untuk Lapangan Olahraga
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG — Desa Klaten di Penengahan, Lampung Selatan, terus meningkatkan fasilitas olahraga untuk kebutuhan masyarakat, dengan memanfaatkan lahan yang merupakan aset desa.
Kepala Desa Klaten, Joniamsyah, mengatakan, salah satu kebutuhan akan lapangan olahraga di wilayah tersebut adalah lapangan sepakbola, lapangan voli dan futsal. Lokasinya strategis dan bisa dipergunakan sebagai fasilitas olahraga sejumlah sekolah tingkat TK, SD, SMA.

Seiring perjalanan waktu, dengan kebutuhan masyarakat akan fasilitas olahraga yang memadai, pada bagian selatan ditambah dengan lapangan bola volly.
“Kebutuhan akan fasilitas olahraga yang semakin terbatas, bahkan di beberapa tempat harus menyewa untuk bermain sepakbola dan futsal keberadaan lapangan tersebut cukup memadai,” terang Joniamsyah, Jumat (13/4/2018).
Sebelumnya, keberadaan lapangan olahraga bola voli ada di dusun Klaten, Sidodadi dan Karanganyar. Kurang aktifnya penggunaan lapangan bola voli tersebut membuat lapangan digunakan sebagai lahan penanaman tanaman jagung. Keberadaan lapangan olahraga akhirnya tersisa satu bidang lapangan sepakbola dan lapangan voli yang masih bisa dipergunakan hingga sekarang.
Keberadaan fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola yang kerap longsor dan tergenang air, membuat Desa Klaten membuat saluran drainase pada 2015.
Selain pembuatan saluran drainase, penanaman berbagai jenis pohon peneduh mulai dilakukan, agar masyarakat lebih nyaman saat menonton pertandingan.
Lapangan tersebut kini juga cukup memadai untuk dipergunakan sebagai tempat kegiatan karang taruna. Klub olahraga sepakbola Rajawali dan digunakan sebagai lokasi latihan sekolah sepakbola (SSB) anak usia sekolah SD hingga SMP.
Keberadaan lapangan sepakbola tersebut bahkan kerap menjadi ajang penyelenggaraan turnamen sepakbola dan turut mengurangi dampak negatif kenakalan remaja dengan kegiatan yang positif.
“Keberadaan lapangan memang sangat dibutuhkan masyarakat, selain untuk olahraga juga untuk kegiatan kemasyarakatan,” terang Joniamsyah.
Selain keberadaan lapangan sepakbola, upaya pihak desa memfasilitasi ketersediaan kebutuhan olahraga tenis meja. Bantuan meja tenis disebut Joniamsyah merupakan program bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dan dipergunakan untuk karang taruna.
Selain penyediaan fasilitas olahraga tenis meja, untuk kebutuhan olahraga pihak desa juga memberikan bantuan berupa papan catur.
Keberadaan lapangan sepakbola yang cukup luas dan memadai mendapat respon psoitif dari pihak sekolah.
Rubiyanti, guru pendidikan jasmani dan kesehatan SDN 2 Klaten, menyebut lapangan sepakbola kerap digunakan oleh sekolah. Setiap hari, kegiatan olahraga siswa SDN 2 Klaten mempergunakan lapangan yang merupakan aset desa tersebut. Selain SDN 1 Klaten, lapangan tersebut juga dipergunakan untuk olahraga siswa SMAN 1 Penengahan.
“Lokasinya sangat strategis di tengah-tengah desa dan beberapa sekolah sehingga mudah dipergunakan,” terang Rubiyanti.
Keberadaan lapangan olahraga tersebut, diakui membantu siswa sekolah pada jam pelajaran sekolah. Di luar jam sekolah, keberadaan lapangan olahraga tersebut bahkan dipergunakan untuk bermain anak anak. Lokasi yang aman bagi anak tersebut bahkan kerap dipergunakan untuk olahraga bersama orang tua. Selain sebagai tempat kegiatan olahraga, Rubiyanti menyebut lapangan itu juga menjadi ruang publik yang memadai bagi anak anak.