Terduga Pemboman Austin Sebut Dirinya Sakit Jiwa

Ilustrasi -Dok: CDN

NEW YORK – Seorang pria asal Texas berusia 23 tahun yang dipersalahkan atas serangkaian pemboman mematikan di Austin, menggambarkan dirinya adalah pengidap sakit jiwa. Lelaki yang diketahui bernbama Mark Conditt tidak menunjukkan penyesalan dalam pengakuan yang direkamnya sebelum meledakkan dirinya sendiri.

Pelaku meledakkan diri saat polisi mengepung untuk menangkapnya. Pihak berwenang belum pernah mengungkapkan rincian video di telepon genggam Mark Conditt yang mengaku berada di balik serangkaian pemboman yang terjadi sejak 2 Maret lalu.

Tercatat rangkaian ledakan tersebut telah menewaskan dua orang dan melukai lima lagi. Pihak berwenang hanya mengungkapkan bahwa video itu menunjukkan seorang pemuda bermasalah.

“Saya pikir, bukti terbaik kami saat ini adalah pengakuan itu. Dia menyebut dirinya sakit jiwa. Dia tidak menunjukkan penyesalan apapun, bahkan mempertanyakan sendiri mengapa dia tidak merasa menyesal atas yang dia lakukan. Sulit membayangkan seseorang yang pikirannya begitu sakit sehingga mereka bisa melakukan pengeboman seperti ini dan merasa tidak menyesal,” kata Politisi Amerika Serikat Michael McCaul, Minggu (25/3/2018).

McCaul mengatakan tidak ada apa pun di pengakuan Conditt terhadap rangkaian peledakan yang dilakukan. Termasuk kecurigaan adanya motivasi rasial dalam kejadian tersebut. “Tapi saya tahu itu masih menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung,” tandas McCaul.

Beberapa korban bom pertama, termasuk dua yang meninggal, adalah warga Amerika keturunan Afrika atau Hispanik. Penyidik pusat memburu petunjuk tentang alasan Conditt, yang menganggur dan tinggal bersama teman sekamarnya di pinggiran Austin, Pflugerville.

Mereka juga ingin tahu apakah dia telah membantu membangun atau memasang bom. Tiga bom ditinggalkan sebagai bingkisan di luar rumah korban, sementara yang lain ditempatkan di trotoar. Dua lagi dikirim sebagai paket FedEx, yang membantu peneliti membuka kedok jatidiri pelaku tersebut. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/03/bom-kelima-meledak-di-texas-seorang-terluka.html).

Bom kedua dan ketiga meledak ketika negara bagian Texas sedang menjadi tuan rumah tahunan festival musik, film dan teknologi. Festival tersebut dihadiri sekira setengah juta orang. Conditt tewas setelah meledakkan alat peledak ketika polisi berlari menuju kendaraannya di pinggiran Kota Austin.

Conditt kemungkinan merekam video pengakuaanya beberapa jam sebelum pengepungan yang berakhir dengan aksi meledakan diri tersebut. Dalam rekamannya Conditt hanya mengaku bahwa Dia meyakini polisi semakin dekat dengannya. Warga Austin kota berpenduduk 1 juta orang dan daerah kantong bebas bagi mahasiswa dan perusahaan teknologi, menyuarakan rasa lega bahwa perburuan pembom berantai telah berakhir.

“Saya akan waspada dan lebih hati-hati besok di tempat kerja, tapi saya lega sekarang,” kata Jesus Borjon (44) seorang karyawan perusahaan pengiriman paket UPS, yang tinggal di Pflugerville. (Ant)

Lihat juga...