Pasar Koto Baru Direvitalisasi jadi Pasar Modern
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Pasar Koto Baru yang berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang kini merupakan pasar tradisional, dalam waktu akan dilakukan revitalisasi menjadi pasar modern. Hal ini merupakan upaya untuk mengurai kemacaten yang terjadi di kawasan tersebut.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, kawasan Pasar Koto Baru merupakan salah satu titik kemacetan jalur Padang-Bukittinggi. Terlebih di waktu hari pasar, kondisi lalu lintas di Pasar Koto Baru semakin parah. Penyebab kemacetan di sana, juga disebabkan sempitnya jalan serta tingginya mobilitas kendaraan.
Menurutnya, untuk mengatasi atau mengurai kemacetan itu perlu adanya upaya yang kongkrit. Seperti halnya untuk dalam waktu jangka pendek ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Barat dan melibatkan Satpol PP Tanah Datar dan Dinas Perhubungan, untuk mengarahkan truk-truk besar yang biasanya parkir di pinggir jalan di Pasar Koto Baru, diarahkan lebih ke atas, arah Koto Baru.
“Selanjutnya kita juga akan melakukan revitalisasi Pasar Kota Baru jadi pasar modern. Jadi kita akan tarik pasar itu ke belakang dengan luas lahan dua hektare, dan dibangun bertingkat,” jelasnya, Selasa (27/3/2018).
Nasrul menilai dengan ditariknya lebih ke belakang posisi Pasar Koto Baru tersebut, telah memberikan posisi lebar jalan lebih luas dari sebelumnya. Dengan demikian, perlebaran jalan di Koto Baru bisa dilakukan.
Namun persoalannya di kawasan Pasar Koto Baru itu ada tanah milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) seluasa 2,6 haktare. Untuk hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan melakukan koordinasi dengan PT. KAI dan Kementerian Perhubungan.
“Kita minta nanti PJKA bisa memberikan izin untuk menggunakan lahan seluas 2,6 haktare itu. Tapi, belum bisa dipastikan, apakah akan disetujui,” tegasnya.
Soal anggaran yang dibutuhkan untuk jalan dan juga revitalisasi Pasar Koto Baru diperkirakan mencapai Rp30 miliar rupiah. Untuk revitalisasi akan menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten Agam, dan juga dari pusat.
“Kalau bisa pembebasan lahan selesai pada tahun ini, maka tahun depan akan dianggarkan dan langsung dikerjakan revitalisasi Pasar Koto Baru itu,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Barat, Fathol Bari mengatakan, salah satu bentuk revitalisasi pasar itu untuk mengatasi kemacetan di Pasar Koto Baru. Pembebasan lahan akan dilakukan pada 2019, sementara detail enginering design (DED) pada anggaran perubahan APBD Sumatera Barat 2018.
“Untuk jalan Koto Baru ini kita mesti melakukan sejumlah langkah-langkah, karena untuk jangka panjang tidak mungkin kita biar seperti itu,” tambahnya.
Ia menyebutkan untuk menindaklanjuti hal tersebut, Biro Pembangunan sudah melakukan pengecekan di belakang pasar Koto Baru, serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
“Sekarang di belakang itu ada kolam, rumah dan sejumlah bangunan masyarakat lainnya, mudah-mudahan dapat dibebaskan dengan cepat,” ungkapnya.