Tari Saman Sihir Pengunjung Pesta Rakyat di Oman
ZEYNITA GIBBONS – Tari Saman dengan gerakan yang dinamis diiringi tabuhan gendang dan alunan syair khas Aceh mampu menyihir penonton pesta rakyat di Oman. Penampilan Tari Saman tersebut di tengah kegiatan bernama Muscat Festival, yang digelar di Naseem Garden, tidak jauh dari Istana Kesultanan Oman.
“Adalah kelompok Bait al Barakah Indonesia yang selama tiga pekan lebih, sejak Januari memeriahkan pesta rakyat terbesar di Oman,” demikian Pensosbud KBRI Muscat, Virgino Rikaryanto, Minggu (11/2/2018).
Virgino Rikaryanto menjelaskan, para penonton ikut bertepuk, bergoyang dan bernyanyi dan bahkan tidak henti-hentinya memberikan aplaus kepada penari Indonesia yang tampil di panggung utama. Selain menampilkan kesenian di panggung paviliun, Indonesia juga mempromosikan berbagai destinasi wisata, aneka kerajinan tangan serta menyajikan kopi yang berasal dari daerah Gayo, Aceh.
Setiap pekan digelar pementasan berbagai ragam kesenian, mulai dari Tari Rantak, Tari Selayang Pandang, Tari Marpangir, Tari Merak, Tari Piring hingga Tari Saman Ratoeh Jaroe.
Gerakan yang atraktif dan kostum yang menarik membuat pengunjung terpikat dengan kesenian nusantara. Setiap kali selesai beraksi di panggung, penari dikerumuni penonton untuk diminta berfoto bersama. Indonesia dan beberapa negara lain seperti Rusia, Kazakhstan, India, Ukraina dan Ethiopia juga mengisi panggung hiburan di Muscat Festival.
Direktur Muscat Festival, Nassir Al Ghilani, menyampaikan pujiannya atas penampilan para penari yang terdiri atas warga masyarakat Indonesia di Oman. Menurut dia, para penari Indonesia tersebut tidak kalah dengan kelompok kesenian profesional yang diundang pada festival ini.
Sementara itu Dubes Indonesia untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, menyatakan, keikutsertaan KBRI Muscat pada festival ini adalah untuk membuat nama Indonesia semakin dikenal. Pengunjung festival yang mencapai ratusan ribu orang membuat Dubes Musthofa optimistis kehadiran KBRI pada ajang ini akan membuat nama Indonesia semakin populer di Oman. Dalam kurun waktu 2014 hingga 2017, peningkatan wisatawan Oman ke Indonesia mencapai rata-rata 54 persen per tahun. Angka tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya.
Peran diaspora Indonesia di Oman juga mendapat pujian khusus di tengah-tengah kesibukan bekerja dan mengatur keluarga, kelompok kesenian yang sebagian besar terdiri atas kaum wanita masih menyempatkan diri berlatih menari siang dan malam mengharumkan nama Indonesia. “Kami menghargai partisipasi diaspora Indonesia di Oman yang selama ini sangat aktif dalam mendukung kegiatan KBRI, termasuk Muscat Festival,” ujar Musthofa.
Muscat Festival merupakan ajang tahunan yang diadakan Pemerintah Kota Muscat bekerja sama dengan pihak swasta. Mirip dengan konsep Pekan Raya Jakarta, acara ini menampilkan berbagai sisi Oman menghadirkan hiburan yang dibawakan kelompok kesenian lokal maupun dari berbagai negara. Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, panitia Muscat Festival mengundang kedutaan asing di Oman untuk berpartisipasi pada festival tersebut.(Ant)