Seoul Inginkan Komunikasi Intensif Menjelang KTT dengan Korut
SEOUL — Korea Selatan mengatakan pada Senin (12/2), pihaknya mencoba mengatur lebih banyak reuni untuk keluarga yang terpisah akibat Perang Korea dan menurunkan ketegangan militer dengan Korea Utara sebagai langkah awal menetapkan landasan konferensi tingkat tinggi langka antar Korea.
Pernyataan dari Kementerian Unifikasi Korsel terjadi setelah delegasi tingkat tinggi Korut mengakhiri kunjungan tiga hari yang mencakup undangan untuk Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk melakukan perjalanan ke Pyongyang untuk melakukan pembicaraan.
“Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Korut memiliki kemauan yang kuat untuk memperbaiki hubungan antar Korea dan Pyongyang dapat melakukan yang belum pernah terjadi sebelumnya serta berani jika dianggap perlu,” demikian kementerian tersebut.
Kunjungan delegasi tersebut, yang menyertakan adik perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, banyak menarik perhatian di Korsel, namun juga membuat keraguan tentang ketulusan dan kesediaan Korut untuk melepaskan pencapaian senjata nuklirnya.
“Meskipun banyak warga Korea menyambut partisipasi Korut di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, ada juga kritik dan kekhawatiran yang signifikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” demikian pernyataan tersebut.
Selama kunjungan tersebut, Kim Yo-jong telah mengirimkan sepucuk surat dari kakaknya tersebut kepada Presiden Korsel Moon Jae-in untuk mengunjungi Pyongyang secepatnya. Moon telah menjawab, “Mari ciptakan lingkungan untuk itu agar bisa terjadi,” menurut Gedung Biru.
Pertemuan semacam itu, jika terjadi, akan menandai konferensi tingkat tinggi antar Korea pertama sejak 2007.
Kedua negara Korea masih secara teknis berperang setelah konflik 1950-1953 di semenanjung Korea berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perdamaian.
Kementerian Unifikasi mengatakan, langkah-langkah mengenai peningkatan hubungan akan dipimpin oleh kedua Korea, namun juga bekerja sama dengan negara-negara terkait dan dukungan masyarakat internasional.
“Di bawah posisi kuat untuk denuklirisasi semenanjung Korea, Korea dengan teguh akan menerapkan sanksi internasional terhadap Korut, sementara juga berpegang pada prinsip resolusi melalui cara-cara damai,” demikian pernyataan tersebut.
“Jika ada kemajuan tertentu untuk menetapkan kondisi untuk denuklirisasi, sebuah kemajuan penuh dalam hubungan antar Korea akan menjadi mungkin,” katanya, tanpa menjelaskan lebih jauh.
Amerika Serikat dan Korea Selatan telah menyetujui persyaratan untuk melakukan hubungan diplomatik lebih lanjut dengan Korea Utara, yang pertama dengan Seoul dan kemudian kemungkinan mengarah ke pembicaraan langsung dengan Washington tanpa prasyarat, demikian Wakil Presiden AS Mike Pence dalam wawancara surat kabar yang diterbitkan pada Minggu.
Berbicara kepada Washington Post di atas pesawat Air Force Two dalam perjalanan pulang dari Olimpiade Musim Dingin di Korsel, Pence mengatakan bahwa Washington akan mempertahankan “kampanye tekanan maksimumnya” melawan Pyongyang, namun akan terbuka untuk kemungkinan pembicaraan pada saat bersamaan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Korut dan Korsel telah mengadakan reuni untuk mempertemukan anggota keluarga yang telah terpisahkan oleh perang.
Seoul melakukan penawaran langsung ke Korut tahun lalu mengenai reuni lain, yang rinciannya belum diputuskan antara Korut dan Korsel.
Kim Yo-jong dan delegasinya menghabiskan tiga hari bersantap bersama pejabat tinggi pemerintah, termasuk Moon, menyaksikan upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang dan bersorak untuk tim hoki es wanita dari kedua Korea yang dipersatukan dan terjun di Olimpiade (Ant).