Sebanyak 235 Nelayan Semarang Gunakan Alat Ramah Lingkungan
SEMARANG — Dinas Perikanan Kota Semarang menyebutkan sudah ada 235 nelayan di wilayah tersebut yang menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan sebagai pengganti cantrang.
“Jumlah nelayan di Kota Semarang kurang lebih ada 1.100 orang. Yang sudah dapat bantuan alat baru 235 nelayan,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang I Gusti Made Agung di Semarang, Minggu (25/2).
Untuk nelayan yang sudah mengajukan bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan ada 348 orang, dan rencananya disusul sebanyak 250 nelayan di kawasan Tugu yang mengajukan bantuan alat tangkap ikan.
Menurut dia, bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan itu sepenuhnya dikelola pusat, sementara Dinas Perikanan Kota Semarang hanya berperan melakukan pendataan nelayan di wilayah tersebut.
“Semua alatnya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kami bertugas mendata, itu ‘by name by address’. Baru akhir tahun kemarin serah terima alat tangkap ikan ramah lingkungan,” katanya.
Setelah bantuan diserahterimakan, kata dia, cantrang atau alat tidak ramah lingkungan yang dimiliki nelayan diambil oleh tim pusat dilengkapi dengan berita acara penyerahan sehingga terinventarisir.
Ia menjelaskan nelayan yang sudah mendapatkan bantuan alat tangkap ikan dari KKP mau tidak mau pasti memakai alat tangkap baru karena alat tangkap lama yang mereka miliki sudah ditarik oleh tim pusat.
Diakuinya, masih cukup banyak nelayan yang belum mendapatkan bantuan alat tangkap ikan dari pusat, sebab terkendala persyaratan-persyaratan yang sedemikian ketat, termasuk kapal harus terdaftar.
“Syaratnya kan macam-macam, seperti nama kapal dan pemilik, ukuran, hingga kartu nelayan. Kendalanya di sini, kami yang harus proaktif untuk menyemangati mereka agar terdaftar,” katanya.
Namun, kata dia, banyak juga nelayan asal daerah di luar Semarang yang disebut nelayan andong, seperti dari Demak dan Jepara tetapi mereka tidak bisa dimasukkan dalam daftar penerima alat ramah lingkungan.
“Perkampungan nelayan di Semarang ada banyak, seperti Tambaklorok, Mangunharjo, Bandarharo, Trimulyo, dan Mangkang Kulo dan Wetan. Yang terbanyak di Tambaklorok dan Mangunharjo Semarang,” katanya (Ant).