Pemkot Ternate Diminta Bangun Rusunawa Nelayan
TERNATE – Pemerintah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara diminta membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan untuk membantu nelayan yang kurang mampu di daerah ini mendapatkan tempat hunian yang layak.
“Di Ternate banyak nelayan yang belum memiliki rumah sendiri, sehingga harus menyewa kamar indekos, bahkan tidak sedikit tinggal di rumah yang kumuh,” kata pengamat perikanan dan kelautan dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Mahmud Hasan, di Ternate, Rabu.
Ternate adalah pulau kecil dan harga tanah untuk membangun rumah juga sangat mahal, sehingga sangat sulit bagi nelayan kurang mampu yang belum memiliki rumah, untuk membeli lahan dan membangun rumah sendiri yang layak huni.
Menurut dia, pembangunan rusunawa nelayan di Ternate merupakan solusi terbaik untuk membantu nelayan kurang mampu yang belum memiliki rumah dengan catatan sewanya harus murah, agar bisa mereka jangkau.
Di Ternate ada beberapa lokasi yang layak untuk pembangunan rusunawa nelayan itu, di antaranya di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Kota Ternate Utara, dan Kelurahan Bastiong, Kecamatan Kota Ternate Selatan karena pada kedua daerah itu banyak wargan berprofesi sebagai nelayan.
Ia mengatakan, kalau Pemkot Ternate tidak memiliki anggaran untuk membangun rusunawa nelayan, dapat mengupayakannya dari anggaran pemerintah pusat, seperti yang dilakukan dalam pembangunan rusunawa pedagang di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Kota Ternate Tengah.
Rusunawa pedagang berlantai III dengan kapasitas 84 kamar itu, dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2017 dengan anggaran Rp14 miliar lebih dan saat ini siap dihuni.
Dia menambahkan, hal yang harus dilakukan Pemkot Ternate untuk meningkatkan taraf hidup nelayan di daerah ini, khususnya nelayan tradisional adalah memberikan bantuan kapal ikan minimal berbobot 5 GT, agar bisa dioperasikan menangkap ikan ke perairan yang lebih jauh dari pantai. (Ant)