Pemko Malang Revitalisasi Kampung Kumuh Jadi Kampung Biru Arema
Editor: Satmoko
MALANG – Dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, pemerintah kota Malang terus berupaya merevitalisasi kampung-kampung kumuh yang ada di kota Malang untuk menjadi kampung tematik sehingga layak menjadi destinasi tujuan wisata.
Setelah sukses menghadirkan beberapa kampung tematik seperti Kampung Warna-warni, Kampung 3D, Kampung Glintung Go Green (3G), dan Kampung Putih, hari ini Pemko Malang kembali meresmikan satu lagi kampung tematik yakni kampung ‘Biru Arema’.
Wali Kota Malang, Mochammad Anton, menceritakan bahwa tercetusnya ide untuk menghadirkan kampung Biru Arema berawal dari banyaknya wisatawan yang datang ke Malang menanyakan mengenai Arema. Dari situ kemudian ia menggandeng salah satu perusahaan cat PT. Inti Daya Guna Aneka Warna melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menjadikan kampung yang berada di Embong Brantas kelurahan Kidul Dalem sebagai kampung Biru Arema.
“Alhamdulillah ternyata warga yang tinggal di wilayah tersebut sangat antusias dan mendukung keinginan untuk menjadikan kampung tersebut menjadi kampung Biru Arema,” jelasnya, Selasa (6/2/2018).

Menurutnya selain untuk merevitalisasi kampung kumuh di kota Malang, kehadiran kampung Biru Arema juga sebagai simbol dukungan masyarakat Malang kepada tim kesayangan Arema.
“Secara tidak langsung keberadaan kampung Biru Arema memberikan dukungan bagi para pemain Arema. Dan disini kita bisa melihat dukungan warga Malang terhadap pemain dan tim Arema memang sangat antusias sekali,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa abah Anton ini menyampaikan, jika saat ini baru dua RW saja yakni RW 4 dan 5 saja yang dijadikan kampung Arema. Ke depan ia berkeinginan agar bisa dilakukan pengembangan area kampung Biru Arema hingga ke semua RW.
“Kami berkeinginan untuk membuat kampung-kampung Arema yang lainnya dan kami berharap agar kampung kumuh yang ada di Malang bisa segera direvitalisasi menjadi kampung yang sehat dan bersih,” pintanya.
Selain itu Abah Anton minta warga di Embong Brantas agar terus berupaya bagaimana cara mengembangkan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan perputaran ekonomi rakyat di embong Brantas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Diah Kusuma Dewi, menyebutkan proses revitalisasi kampung Biru Arema memanfaatkan 17 ton cat untuk mengubah wajah dari hampir 500 bangunan di RW 4 dan 5 kelurahan Kidul Dalem serta membirukan kawasan hunian bagi 282 kepala keluarga yang dulun terkesan kumuh menjadi lingkungan yang memiliki daya tarik.
Menurutnya, pilihan mengembangkan tema kampung biru dilandasi untuk mengabadikan spirit satu jiwa Arema.
“Konsep tersebut selain diterjemahkan ke dalam warna biru yang diaplikasikan ke tembok dan atap rumah, juga diwujudkan dalam bentuk gambar mural mengenai Arema yang sangat menarik,” terangnya.
Penataan kampung biru Arema diharapkan mampu mendukung upaya penanganan kawasan perumahan dan pemukiman kumuh sebagai bagian dari program nasional 100-0-100. Penataan fisik kampung biru Arema diperlukan upaya pengelolaan secara terus menerus baik dari unsur eksternal maupun internal agar keindahannya bisa bertahan lama dan kepedulian lingkungan bisa menjadi budaya.
“Dan yang jelas Arek Malang tidak mungkin membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.
