Belum Baku, Skuat Taekwondo Indonesia Masih Bisa Berubah

Ilustrasi Taekwondo – Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Skuat Taekwondo Indonesia di Pemusatan dan Latihan Nasional Asian Games 2018 masih belum baku. Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) menyebut, susunan atlet masih mungkin dirubah.

Pelaksanaan uji coba Asian Games 2018 disebut, bukan menjadi tolok ukur untuk mengukur prestasi dan kemampuan atlet. Uji coba digelar lebih kepada upaya untuk persiapan pelaksanaan atau penyelenggaraan pertandingan.

“Tim pelatnas yang dipersiapkan untuk Asian Games ini kemungkinan masih bisa ada perubahan. Karena test event ini bukan menjadi satu-satunya target prestasi, tapi ini lebih kepada ke penyelenggaraannya dan memberikan pengalaman dan memantau perkembangan pada para atlet,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB TI, Rahmi Kurnia, di JIE Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/2/2018).

Perubahan skuat tersebut disebutnya, akan mencakup tim baik dalam kategori poomsae (artistik) maupun kyurugi (tarung). Penentuan tim akan dilakukan setelah tim melakukan pemusatan latihan dan beberapa kali uji coba.

Untuk poomsae, PB TI akan mengirimkan skuat-nya ke Korea Selatan setelah test event. Kegiatan yang dilakukan untuk pemusatan latihan kemudian dilanjutkan dengan ikut serta dalam Kejuaraan Asia di Vietnam (24-27 Mei). Selanjutnya akan dikirim ke kejuaraan Korea Terbuka dan Piala Kim Min-Jeong di Negeri Ginseng pada Juni hingga Juli mendatang.

“Untuk perorangan, kemungkinan akan tetap dari pemain test event ini meski baru 60-70 persen, sedang untuk tim, kemungkinan masih bisa tambal sulam. Cara penentuannya, dilakukan dengan pemantauan apakah para pemain masih bisa ditingkatkan atau sudah stagnan dalam setiap pertandingan,” ujar Rahmi.

Sementara itu, untuk kategori tarung (kyorugi), pelatih kategori kyurugi PB TI, Taufik Krisna, menyebutkan selain melaksanakan pemusatan latihan di Korea Selatan, pihaknya berencana membawa tim kyurugi untuk beberapa uji coba seperti kejuaraan internasional di Malaysia, Vietnam, Jerman Terbuka, Spanyol Terbuka dan Piala Kim Min-Jeong. Upaya tersebut diklaim demi mendapatkan hasil yang baik di Asian Games.

“Jadi tim kyurugi yang dimainkan di test event ini, bukan 100 persen untuk Asian Games, kemungkinan ada beberapa orang yang diresuffle, tujuannya agar kita mendapatkan yang terbaik,” kata Taufik.

Kendati demikian, Taufik menjelaskan dia dan timnya akan melakukan evaluasi dalam setiap kejuaraan untuk memantau siapa yang paling berpotensi berprestasi di Asian Games, termasuk dalam test event bertajuk invitation tournament Asian Games 2018. “Hari pertama, kyurugi baru tiga orang. Setelah rampung, kami akan mengevaluasi yang kira-kira bisa dioptimalkan di Asian Games, dia yang kami mainkan, kami tidak mau ambil resiko,” ujar Taufik.

Di hari pertama test event sendiri, Indonesia berhasil mendulang lima medali emas dengan empat di antaranya hasil sapu bersih emas poomsae yang masing-masing dari nomor perorangan putra melalui Muhammad Alfi Kusuma, perorangan putri melalui Defia Rosmaniar, serta emas dari tim putra dan tim putri. Sementara satu emas lainnya datang dari kyorugi, nomor -53 kilogram (kg) putri, melalui Mariska Halinda usai menumbangkan Rheza Aragon dengan raihan skor 10-1. (Ant)

Lihat juga...