Banjir Bawa Material JTTS, Rumah Warga Diterjang Lumpur

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (6/2) hingga Rabu (7/2) mengakibatkan sebagian rumah warga di Dusun Pegantungan RT 01 Desa Bakauheni, diterjang banjir air, pasir dan lumpur dampak dari pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar.

Menurut Kepala Dusun Suyitno, akibat luapan air sungai Pegantungan sebagian rumah warga diterjang banjir di antaranya milik Singke, Hasan, Dafi, Luna, Bahar, Maruli, Rahmat, Debi, Ridho,T ukiman, Tomi, dan Syukur.

Menurut Suyitno, banjir terjadi saat malam hari sehingga warga terpaksa menyelamatkan barang-barang akibat terendam air banjir. Rumah milik warga bernama Singke bahkan tergerus air banjir dan terpaksa dibuat talud terbuat dari pasir mengantisipasi gerusan air sungai yang membawa material pasir proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Material pasir proyek pembangunan jalan tol trans Sumatera yang menyebabkan pendangkalan sungai hingga muara sungai.

“Bertahun-tahun kami tidak pernah mengalami banjir namun pasca pembangunan jalan tol Sumatera mengakibatkan sungai menjadi dangkal bahkan sungai hanya tiga meter. Padahal sebelumnya mencapai dua belas meter,” terang Suyitno, Kepala Dusun Pegantungan Desa Bakauheni, saat ditemui Cendana News, Rabu (7/2/2018).

Suyitno (kiri) memperlihatkan kondisi awal sungai dalam foto sebelum terjadi pendangkalan [Foto: Henk Widi]
Hujan selama dua jam bahkan mengakibatkan air sungai limpas hingga ke perumahan warga. Beruntung kondisi air laut sedang surut sehingga air banjir langsung terbuang ke laut. Meski sejumlah perahu di muara sungai terdampak sampah-sampah plastik dan sampah batang-batang pohon terbawa arus banjir. Sebagian perahu milik nelayan bahkan harus dipinggirkan ke daratan menghindari terseret banjir sungai dan terseret ke laut.

Bahar, salah satu warga menyebut air yang masuk ke dalam rumah membuat ia harus menaikkan barang-barang elektronik ke atas meja, akibat lumpur sungai masuk ke dalam rumah. Hingga Rabu pagi (7/2) Bahar bahkan masih membersihkan lantai rumah yang terimbas banjir dengan limpasan pasir dan lumpur yang masuk ke dalam rumah. Sebagian merupakan pasir proses pembangunan jalan tol Sumatera.

Kiman (73) sebagai tokoh masyarakat dan sesepuh di kampung tersebut menyatakan, sekitar tahun 1998 Sungai Pegantungan masih belum mengalami pendangkalan, namun akibat penggundulan, perbukitan di wilayah tersebut sebagai lahan pertanian mengalami longsor ke bagian Barat yang dihuni warga. Penyempitan alur sungai disebut Kiman terjadi selama bertahun-tahun, dampak longsor membuat perahu nelayan kini tidak bisa memasuki alur sungai.

“Patokan kami alur sungai masih dipergunakan sebagai akses masuk sejumlah perahu nelayan, namun kini sudah tidak bisa dilintasi sehingga nelayan menambatkan perahu di muara,” beber Kiman.

Pasca banjir warga berharap dilakukan pengerukan untuk meminimalisir pendangkalan dan penyempitan sungai karena pengerukan terakhir dilakukan sekitar tahun 2010 dengan lebar sungai enam meter disertai dengan bangunan talud agar tanah tidak longsor. Setelah pengerukan tersebut, kondisi pendangkalan dengan kedalaman sungai mencapai tiga meter, bahkan kini hanya sedalam setengah meter.

Aparat desa sudah berembug dengan pihak pemerintah kecamatan dan pihak PT. Pembangunan Perumahan yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi terdampak banjir dan masih akan dikaji untuk proses pengerukan sungai dan juga pembuatan talud. Pengerukan dan pelebaran sungai serta pembuatan talud diakui warga diharapkan bisa mengikuti kondisi sungai.

Warga juga berharap, warga di sepanjang aliran sungai tidak membuang sampah sembarangan sehingga tidak terjadi pendangkalan air sungai di wilayah tersebut. Kejadian banjir yang menimpa warga Pegantungan tersebut bahkan masih berpotensi terjadi dengan kondisi hujan yang masih terus terjadi di wilayah tersebut. Warga bahkan mulai membuat talud dari karung berisi pasir mengantisipasi banjir susulan.

Rumah warga Pegantungan yang terkena dampak banjir Sungai Pegantungan [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...