KUPANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sabtu mengeluarkan imbauan kepada perusahan pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai amukan gelombang setinggi tujuh meter di perairan Laut Timor selatan Nusa Tenggara Timur.
Gelombang setinggi tujuh meter juga akan terjadi di Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur mulai 28-30 Januari 2018 mendatang, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Sabtu.
BMKG juga memprakirakan, gelombang 5-6 meter terjadi di Laut Sawu, Perairan Selatan Kupang hingga Pulau Rote dan perairan Selatan Pulau Sumba.
Sementara gelombang setinggi 3-3,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sumba dan perairan Utara Pulau Flores.
Gelombang setinggi 2,5 -3 meter juga berpotensi terjadi di Selat Flores, Selat Sape, Selat Lamakera, Selat Boling, Selat Alor, Selat Wetar, Selat Ombai dan perairan Utara Pulau Flores.
Menurut dia, gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan NTT selama beberapa hari ke depan ini akibat tekanan rendah.
“Berdasarkan hasil analisa, gelombang tinggi disebabkan oleh adanya tiga pola tekanan rendah yang terjadi di bagian selatan Nusa Tenggara Timur (NTT),” katanya.
“Gelombang tinggi disebabkan oleh adanya tiga pola tekanan rendah yang terjadi di bagian selatan Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Pola tekanan rendah 999 Hecto pascal (hPa) terjadi di bagian Tenggara Pulau Timor, 999 hPa di bagian Selatan Pulau Timor/Barat Daya Australia.
Tekanan rendah 1001 Hecto pascal (hPa) terjadi di Barat Daya Nusa Tenggara Timur atau Barat laut Australia, katanya menjelaskan.
Menurut dia, angin menuju tekanan rendah melewati wilayah NTT, sehingga dampak untuk wilayah yang dilewati berpotensi terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.
Untuk perubahan cuaca ekstrem di wilayah NTT sangat cepat, diharapkan masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca selalu akurat informasi dari BMKG, katanya.[ant]