Penjual Suvenir di Pantai Kuta Sepi Pembeli

BADUNG- Pantai Kuta selalu menjadi tempat tujuan favorit bagi para wisatawan yang berlibur di Bali, dan memberi berkah tersendiri bagi bagi penjual  suvenir di pantai yang berdekatan dengan bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, ini.

Seperti yang dirasakan oleh Nyoman Juli, salah seorang penjual suvenir gelang di sepanjang pantai Kuta Bali. Meskipun hanya berprofesi sebagai pedagang suvenir kecil di pantai, ia mengaku mampu menyelesaikan pendidikan kedua anaknya hingga ke bangku kuliah.

“Ya, syukurlah dari jualan suvenir ini saya mampu menyekolahkan putra dan putri saya hingga ke bangku kuliah dan sekarang mereka sudah bekerja”, ucap Nyoman Juli, saat ditemui di Pantai Kuta, Selasa (9/1/2018) sore.

Ia menjelaskan, suvenir yang dijualnya adalah suvenir gelang tangan dan kaki. Bahannya dibeli secara partai besar di pasar salah satu kompleks pertokoan di pasar Badung. Sementara pembelinya kebanyakan wisatawan Internasional.

Nyoman Juli berjualan suvenir kurang lebih 35 tahun. Setiap hari berangkat dari rumahnya di Denpasar dari pagi dan hingga sore menjajakan barang dagangannya kepada tamu wisatawan yang sedang berlibur di pantai kuta.

“Harga satu gelang Rp25.000 hingga 50.000. Tapi, sekarang berbeda. Kalau dulu tamunya royal. Sekarang beda, ya meskipun katanya tamunya terus meningkat”, keluh wanita ini.

Juli menuturkan, sepinya pembeli tersebut paling dirasakan saat insiden bom Bali I-II yang mengakibatkan aktivitas pariwisata serta perekonomian lumpuh total akibatnya tidak adanya wisatawan yang datang untuk berlibur di Bali.

Selain itu, sepinya wisatawan yang membeli suvenir tersebut juga disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya beralihnya para wisatawan yang berbelanja ke mall yang berada di sekitar pantai Kuta atau banyaknya artshop besar yang menjual dengan harga yang lebih murah dan banyaknya jenis suvenir.

“Kalau dulu saat terjadi bom Bali, saya bahkan berhenti tidak berjualan di Kuta selama setahun. Saya memilih berwirausaha lain untuk menyambung hidup. Selain itu, wisatawan mungkin lebih memilih berbelanja di tempat lain. Di sana mereka menemukan suvenir yang lebih murah dan bervariasi”, ucap Juli.

Namun, ia berharap ke depan masa ‘emas’ itu kembali, sehingga ia mampu terus bertahan sebagai penjual suvenir di pantai yang memiliki pasir putih ini.

“Liburan natal dan tahun baru kemarin ya cukup ramai. Sekarang sudah mulai sepi, karena waktu libur sudah habis”, tutup wanita kelahiran 1957, ini.

Pantai Kuta menjadi salah satu tujuan favorit bagi wisatawan. Di tempat ini wisatawan bisa bermain surfing, karena memiliki ombak yang cukup besar. Wisatawan juga dapat menikmati sunset di sore hari.

Lihat juga...