Genjot Perikanan, Pemda Sikka Bantu Alat Tangkap

MAUMERE — Pengembangan perikanan tangkap dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka melalui pengadaan alat tangkap seperti pukat dan perahu motor. Alat tangkap ini didistribusikan bagi kelompok nelayan yang ada di pesisir pantai utara dan selatan Kabupaten Sikka.

“Setelah nelayan di pantai utara mendapat bantuan yang memadai selama 3 tahun ini, kita juga telah melatih nelayan di pantai selatan Sikka untuk menagkap ikan Cakalan dan Tuan dengan metode penangkapan ikan Pole and Line dan telah diberi bantuan kapal,” ungkap Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera, Selasa (2/1/2017).

Bantuan yang diberikan beber Ansar sapaannya terdiri atas, pukat pantai sebanyak 574 buah dan panah sebanyak 913 buah, pukat cincin 115 buah, jaring ingsang tetap 340 buah, jaring ingsang hanyut 930 buah, longline 3 unit dan armada Perikanan seperti perahu motor tempel dengan kapasitas mulai 5 GT sampai dengan 20 Grass Ton (GT) sebanyak 993 buah.

“Pemerintah juga member bantuan kapal motor dengan kapasitas mulai dari 5 GT sampai dengan 50 GT sebanyak 509 buah, jukung 800 buah dan perahu sebanyak 2.595 buah. Selain itu pemerintah juga melakukan pengembangan dan perbaikan tempat pelelangan ikan (TPI), pelabuhan pendaratan ikan (PPI) dan pelabuhan perikanan pantai,” ungkapnya.

Dari aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, tambah mantan Wakil Bupati Sikka ini, pemerintah melakukan upaya peningkatan mutu dan nilai tambah hasil perikanan baik melalui pengembangan industri pengolahan skala besar maupun skala kecil.

“Untuk pengolahan skala besar atau pabrik, terdapat 2 perusahaan yang telah lama beroperasi dan 2 perusahaan sedang membangun pabrik dan akan beroperasi pada 2018 ini,” jelasnya.

Yohanes Minggo, SPi, MSi Sekertaris Program Studi Sumber Daya Akuatik Fakultas Perikanan Unniversitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere kepada Cendana News mengatakan, penambahan alat tangkap yang didistribusikan bagi nelayan hendaknya diawali dengan memetakan potensi ikan yang ada di kebupaten Sikka terlebuih dahulu.

Yohanes katakan, selama ini pemerintah melalui dinas Pertanian dalam memaparkan produksi hasil tangkapan ikan hanya mengandalkan data dari pabrik ikan. Sementara data hasil tangkapan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere tidak dilakukan.

“Data produksi ikan tidak real di mana tidak ada petugas yang selalu berada setiap pagi di TPI Alok maupun di pelabuhan pendaratan ikan di Nangahale, Wuring, Nangahure maupun di Paga agar bisa didapatkan jumlah pasti produksi ikan di Sikka,” ungkapnya.

Bila data real produksi tidak ada maka tegas Johanes, percuma saja pemerintah memberikan bantuan alat tangkap sebab kemungkinan besar bisa mubazir. Perlu juga dilakukan pendataan seberapa jauh nelayan melaut dan daerah mana saja potensi ikan sesuai jenisnya agar bantuan kapal yang diberikan bisa tepat sasaran.

Kapal bantuan pemerintah daerah Kabupaten Sikka melalui Dinas Perikanan Sikka kepada para nelayan.-Foto: Ebed de Rosary.
Lihat juga...