Pedagang Pasar Depok Jaya Keluhkan Sistem Satu Arah
DEPOK – Para pedagang di Pasar Depok Jaya, mengeluhkan diterapkannya Sistem Satu Arah (SSA) di Kota Depok. Akibat diterapkannya sistem satu arah ini, pengunjung pasar berkurang dan penghasilan para pedagang pun menurun drastis.
Salah satu pedagang Pasar Depok Jaya, Sutarmi mengatakan, sejak diberlakukan SSA di Depok, yaitu dari Jalan A.R. Hakim, menuju Jalan Nusantara Raya hingga Jalan Dewi Sartika dan Jalan Raya Margonda, ada penurunan jumlah pengunjung di pasar.
Pasalnya, pengunjung Pasar Depok Jaya berasal dari berbagai daerah seperti Pitara dan Sawangan. “Kalau dari Sawangan harus memutar ke Margonda dulu untuk ke pasar, pada malas, Mas” ungkapnya, Selasa (5/12/2017).
Tarmi pun berharap, agar Sistem Satu Arah di Depok dibatalkan penerapannya, karena memberikan dampak buruk bagi pedagang pasar seperti dirinya.
Hal serupa dialami oleh Suyadi. Dirinya mengaku mengalami penurunan penghasilan sejak diberlakukan SSA di Kota Depok. Jika pada saat hari kerja dirinya bisa memperoleh Rp500 ribu Rp600 ribu per hari dan Rp1 juta pada akhir pekan, namun sejak diberlakukan SSA pendapatannya menurun drastis.
“Dapat dua ratus ribu saja sudah untung, Mas”, ujar ayah dua anak ini, yang sudah berdagang sayur sejak dirinya masih di bangku SMA.
Terjadinya penurunan pengunjung pasar membuat Yadi serba salah. Jika dirinya membeli banyak barang untuk kiosnya, dirinya khawatir tidak cepat laku dan akan membusuk. “Tapi, kalau belinya sedikit, bisa-bisa orang enggan ke sini”, keluhnya.
Senada dengan Tarmi, Yadi pun berharap agar SSA tidak diterapkan, karena memberikan dampak buruk bagi pedagang kecil menengah.
