Kiprah Petinju Malang Hero Tito di Kancah Dunia
MALANG — Tidak dapat di pungkiri, dati kota Malang telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat yang tidak hanya berhasil membanggakan daerahnya tetapi juga sukses mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia. Seperti halnya yang telah dilakukan atlet tinju asal Malang, Hero Tito.
Tidak tanggung-tanggung pria yang memiliki nama asli Heru Purwanto ini sukses meraih predikat juara dunia kelas ringan 61,2 Kg versi World Professional Boxing Federation (WPBF) 2016/2017.
Gelar juara dunia tersebut di raih Hero Tito setelah sebelumnya ia berhasil mengkanvaskan petinju asal Thailand, Thongchai Kunram di Kejuaraan Tinju Dunia Sabuk Emas Xanana, di Lospalos Gymnasium, Timor Leste, pada November 2016 yang lalu. Dari 10 ronde yang direncanakan, Hero hanya butuh delapan ronde untuk memenangkan pertandingan tersebut dengan Technical Knock Out (TKO).
Tercatat, selama karier tinjunya, hingga saat ini petinju kelahiran 27 September 1986 tersebut berhasil mencatatkan 23 kali kemenangan, 12 kali kekalahan dan 2 kali imbang.
Lebih lanjut diakui Hero, ia sudah menggemari dunia olahraga tinju sejak kecil. Dari kegemarannya itulah akhirnya pada tahun 1999 Hero Tito mulai serius menekuni olahraga tinju.
“Dulunya saya sempat berganti-ganti sasana. Dan karier saya mulai melesat setelah bergabung dengan Sasana d’Kross BC Malang hingga akhirnya berhasil meraih sabuk juara dunia kelas ringan WPBF,” akunya.
Atas kecermelangannya tersebut Hero bahkan sempat ditawari promotor asal Australia untuk membela sasananya, namun ia tolak.
Sementara itu Hero Tito sendiri mengaku sangat mengidolakan Chris Jhon sebagai panutan. Menurutnya, petinju yang memiliki julukan ‘The Dragon’ tersebut sangat menginspirasi dirinya untuk terus berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga internasional.
“Saya sangat mengidolakan Chris John, karena sudah banyak prestasi yang ia torehkan di dunia tinju,” ucapnya.
Akan tetapi Hero sendiri juga menyadari bahwa tidak mudah untuk mendapatkan prestasi-prestasi yang ia dambakan. Perlu usaha yang keras, latihan yang rutin dan disiplin yang tinggi untuk bisa mewujudkan impiannya tersebut.
“Hampir setiap hari saya berlatih kecuali hari Minggu. Pagi latihan fisik dan sore latihan teknik,”ungkapnya.
Sementara itu Hero Tito juga terus memberikan motivasi kepada generasi muda untuk terus berprestasi membawa nama baik daerah dan juga negara.
“Untuk anak-anak muda yang hobi tinju, harus terus ditekuni dan tetap fokus agar bisa berprestasi,” pungkasnya.