Tekuk Thailand, Indra Sjafri Puas Dengan Anak Asuhnya

BEKASI – Tim Nasional (Timnas) Thailand U-19 harus mengakui kekuatan anak asuh pelatih Indonesia Indra Sjafri dalam laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan hasil akhir 3-0, Minggu (8/10/2017).

Pelatih tim nasional Indonesia Indra Sjafri mengaku puas atas kemenangan anak asuhnya tersebut. “Ini adalah kemenangan kedua kami menghadapi Thailand setelah sebelumnya bertemu pada kejuaraan AFF 2013 dengan skor 3-1 dan malam ini menang 3-0. Secara keseluruhan saya puas,” katanya usai pertandingan.

Apresiasi sang pelatih tidak hanya ditujukan kepada formasi start up, namun juga kepada para pemain cadangan yang dinilai tampil maksimal menerapkan instruksi pelatih di lapangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, skuad Garuda Muda memperoleh pasokan stamina baru di babak kedua saat Indra mengganti posisi gelandang serang Asnawi oleh Syahrian Abimanyu. Posisi lini tengah M Iqbal digantikan Saddil Ramdani dan Firza Andika yang mengawal bek pertahanan Indonesia digantikan posisinya oleh Samuel Christianson dan

Dua pemain pengganti yakni Syahrian Abimanyu mencetak gol kedua di menit 78, sedangkan Saddil Ramdani mencetak gol ketiga di menit ke 87. “Saya puas, termasuk pemain pengganti semua seperti yang kami harapkan,” katanya.

Dikatakan Indra, progres Egy Maulana Fikri dan kolega terus menunjukan tren positif. Termasuk peningkatan kualitas serangan bila dibandingkan pertandingan sebelumnya kontra Kamboja di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Rabu (4/10/2017).

“Permainan melawan Thailand malam ini lebih rapih dari sebelumnya, baik di lini bertahan maupun lini serang,” tandasnya.

Sementara itu Pelatih tim nasional Thailand U-19 Marc Alavendra Palacios mengucapkan selamat kepada pendukung Indonesia atas kemenangan tersebut. Kecerobohan kiper Suthipong Pisansub di menit 44 saat bola hasil tangkapannya terlepas dan direbut oleh Witan Sulaiman hingga berujung kebobolan.

“Selamat kepada Indonesia, dukungan kepada pemainnya sangat bagus. Permainan Indonesia bagus. Kesalahan itu biasa terjadi, dia adalah kiper bagus. Namun saya melihat dia hanya ingin menunjukkan kemampuanya dan dia sadar untuk perbaiki kesalahannya,” katanya.

Secara prinsip Marck menyebut. pertandingan berlangsung cukup bagus. Kedua tim dan setiap pemain berusaha untuk membangun serangan.Namun pada lini sayap maupun bertahan Thailand masih kurang bagus.

Masih perlu ada penataan baik stamina hingga penguasaan bola. Dan dalam pertandingan persahabatan tersebut anak asuhannya belum menemukan ritme permainan.

Secara teknis ada beberapa celah dimana benteng pertahanan Indonesia terbilang lemah dan mudah untuk ditembus. Tetapi sering kali peluang emas tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik dan masih perlu pelatihan guna meraih kemenangan mutlak.

Pertandingan ini adalah salah satu cara untuk mengukur kekuatan pada setiap lini permainan. Dan juga ini memang perlu dilakukan mengingat Timnas Indonesia U-19 termasuk kuat. Namun dalam mempertahankan sebuah performa harus diimbangi dengan latihan dan kerja keras yang maksimal.

Sementara itu Kapten Timnas Thailand U-19, Nattawut Chootiwat mengungkapkan kepuasannya melakukan pertandingan persahatan dengan Indonesia. Tetapi, dalam pertandingan ini bukan semata-mata adu kekuatan dan strategi namun lebih kepada saling mengadu ketrampilan dalam bermain sepak bola. (Ant)

Lihat juga...