BANDUNG – Sejumlah perempuan dari kalangan masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapatkan pelatihan keterampilan membuat kerajinan dari bahan baku barang bekas menjadi barang unik, menarik dan memiliki daya jual di pasaran.
“Kantong kresek bekas yang biasanya tidak dipakai lagi, kini bisa dikumpulkan kemudian dibuat menjadi kerajinan atau souvenir cantik,” kata Arigami pelatih daur ulang barang bekas menjadi barang kerajinan dalam acara pelatihan kerajinan di Garut, Sabtu (21/10/2017).
Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu asal Kelurahan Jaya Waros, Kecamatan Tarogong Kidul. Garut yang memiliki keinginan untuk mendapatkan pengetahuan dalam memanfaatkan barang bekas.
Salah seorang peserta pelatihan, Koni, mengatakan kegiatan membuat kerajinan dari barang bekas tersebut sangat bermanfaat bagi kaum perempuan agar kreatif dan produktif. Terutama, melalui pelatihan itu hingga akhirnya berhasil memproduksi barang kerajinan dapat menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Kaum perempuan di kampung saya ini harus maju, jadi harus dilatih seperti mengikuti pelatihan ini,” katanya.
Peserta lainnya, Ratna menambahkan, pelatihan membuat kerajinan itu dapat mendorong kaum perempuan lebih produktif dan terampil dalam membuat barang bekas menjadi barang unik. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, saya berharap kegiatan ini berkelanjutan,” katanya.
Penyelenggara pelatihan kerajinan bagi kaum perempuan Garut, Yosia Andika Pakiding, mengatakan, pelatihan pemberdayaan masyarakat perempuan itu merupakan bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat sekitar di Garut.
Ia berharap, pelatihan daur ulang barang dapat menumbuhkan jiwa kemandirian dan kewirausahaan melalui pengembangan kemampuan keterampilan bagi masyarakat. “Semoga pelatihan ini menjadikan ibu-bu rumah tangga lebih kreatif dan menjadi wirausahawan bila sudah mahir”, katanya. (Ant)