BEKASI – Bhayangkara FC kembali merebut posisi puncak klasemen sementara di penghujung kompetisi Liga 1 Musim 2017. Hasil tersebut diperoleh setelah mengalahkan tim tamu Persela Lamongan dengan skor 3-1, Jumat (27/10/2017).
Tiga gol tuan rumah diciptakan oleh Ilija Spasojevic pada menit ke-27, Otavio Dutra menit 50, dan Guy Junior pada tambahan waktu. Sementara satu gol Persela Lamongan diciptakan oleh Samsul Arif Munip pada menit 60 lewat penalti.
Pola permainan tim tamu baru muncul saat pertandingan memasuki menit ke-11 melalui penetrasi yang dilakukan Samsul Arif Munip. Namun arah bola yang masih sanggup terbaca kiper Bhayangkara Awan Setho Raharjo membuat si kulit bundar meleset dari target.
Tiga menit berselang, giliran tuan rumah yang mencoba peruntungan lewat kerja sama Paulo Sergio Goncalves-Ilija Spasojevic-Ilham Udin Armaiyn. Namun eksekusi Ilham di depan gawang yang sudah tak terjaga, masih tak sempurna, sehingga bola melebar di luar gawang.
Setelah saling serang tanpa berbuah gol, akhirnya Bhayangkara sanggup mengubah kedudukan menjadi unggul 1-0 melalui gol yang diciptakan pemain naturalisasi Spasojevic. Gol buah kerja sama dengan Ilham dari sayap kanan lapangan yang menyodorkan bola pada Indra Kahfi. Bola yang digiring masuk kotak penalti lantas dikirimkannya pada Spaso. Dengan sedikit sontekan, kiper Persela harus memungut bola dari gawangnya.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara langsung menggebrak dengan menciptakan gol keduanya menit ke-50. Tendangan sudut yang dieksekusi Evan Dinas mengakibatkan kemelut di kotak penalti Persela. Beberapa kali bola dieksekusi ke gawang tapi selalu dapat dimuntahkan.
Namun saat bola sampai di kaki Paulo yang mengirimkannya pada Otavio Dutra, sundulannya akhirnya berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Hanya sepuluh menit berselang, Persela mampu memperkecil ketinggalan setelah mendapatkan penalti usai pemainnya Alves dijegal Dutra di kotak penalti.
Samsul yang ditunjuk sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Eksekusinya yang mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang tak mampu dihalau dan kedudukan berubah menjadi 2-1. Menjelang berakhirnya pertandingan, Bhayangkara mendapatkan hadiah penalti setelah Ilham ditahan Boby Wirawan dijegal di kotak terlarang. Guy Junior yang sukses mengeksekusi bola mengantarkan Bhayangkara menutup pertandingan dengan skor 3-1.
Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy seusai pertandingan di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Jawa Barat, menyambut gembira kemenangan itu setelah timnya dua kali kalah. “Saya senang pemain bisa bermain lepas meskipun tekanan mental dan ekspektasi kepada tim ini kian besar,” katanya.
Raihan poin positif kali ini tidak terlepas dari keberhasilan Bhayangkara FC mencetak gol lebih dulu. “Sepanjang babak pertama, tim bermain baik, ‘ball posession’ bagus, golpun tercipta dengan cantik,” katanya.
Bhayangkara pada pekan lalu lengser dari posisi puncak setelah dikalahkan tim tamu, PSM Makassar, dengan skor akhir 1-3. Berkat 3 gol yang tercipta saat menjamu Persela Lamongan, Bhayangkara kembali tampil di puncak klasemen dengan mengoleksi 62 poin, berada di atas PSM Makassar di posisi kedua (61 poin), dan Bali United di posisi ketiga (59 poin).
Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso mengungkapkan gol penalti Bhayangkara, Jumat malam, di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Jawa Barat, merupakan salah satu faktor pemicu kekalahan timnya.
“Saat skor 2-1, kami banyak melakukan perlawanan yang sempat membuat panik Bhayangkara, namun saat ada penalti, itu yang menghentikan perlawanan pemain kami,” katanya di Bekasi.
Aji menambahkan, absennya empat pemain Persela yakni Ivan Carlos, Kosuke Uchida dan Moch Fahmi Al Ayubbi akibat mengalami cedera, serta Saddil Ramdani yang tengah dipanggil tim nasional Indonesia, menjadi pemicu lain kekalahan Persela malam ini. “Kami berbeda agresivitasnya dengan tidak adanya Saddil. Tekanan sayap jadi berkurang. Namun anak didik saya sudah berjuang maksimal,” katanya.
Walaupun Saddil bermain di timnas Indonesia, kata dia, hal itu tidak menjadi masalah mengingat posisi Persela di papan 12 klasemen sementara saat ini masih dirasa aman.
“Kecuali Persela dalam posisi bahaya. Namun karena posisi kami aman, lebih baik Saddil mendapat kesempatan di tampil di kelas internasional,” pungkasnya. (Ant)