UB Mulai Terapkan Digital Payment di Kantin

MALANG — Guna mendukung Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia  (BNI), meresmikan Cafetaria Creative Land (CL), Kamis (7/9/2017).

Melalui cafetaria atau kantin tersebut, transaksi jual beli makanan dilakukan secara digital payment menggunakan kartu Tap Cash maupun aplikasi ‘UnikQu’.

CEO BNI wilayah Malang, Yesi Kurnia. -Foto: Agus Nurchaliq

Rektor UB, Mohammad Bisri, menjelaskan, sejak awal 2015, UB telah mencanangkan seluruh kantin di UB dijadikan sebagai kantin yang halal dan toyyib. “Karena filosofinya sendiri makanan yang halal itu menurut tuntunan ajaran Islam bisa memberikan darah yang baik, sehingga perilaku dan pemikiran orang yang memakan makanan halal bisa menjadi lebih baik,” jelasnya, saat meresmikan Cafetaria CL, Kamis (7/9/2017).

Sekarang, selain mengusung konsep halal dan toyyib, Cafetaria Creative Land UB ini juga akan menerapkan pembayaran non tunai dengan menggunakan kartu Tap Cash dan UnikQu. Menurutnya, Pemerintah sendiri ke depan ingin Indonesia sudah tidak lagi menggunakan uang tunai dalam melakukan transaksi pembayaran, tapi beralih menggunakan kartu atau digital payment.

“Kalau penerapan digital payment ini bisa berhasil di kantin CL, nanti selanjutnya akan diterapkan ke semua kantin yang ada di UB,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bisri menyampaikan, sesuai nama kantinnya yang kreatif, di cafetaria CL ini setiap Senin dan Jumat menawarkan minuman segar gratis. Kemudian ada tenan atau pedagang yang juga menawarkan makanan buka gratis bagi yang berpuasa Senin-Kamis. Bahkan ada juga yang menawarkan makan gratis bagi penghafal Al-Quran.

“Dengan semua fasilitas ini, semoga kantin ini bisa menjadi lebih berkah dan mudahan-mudahan mahasiswa UB bisa makan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Sementara itu, disebutkan aplikasi UnikQu merupakan produk uang elektronik berbasis server BNI yang dapat diakses oleh Nasabah dan non Nasabah yang menggunakan smartphone berbasis iOS dan Android. Produk tersebut dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di merchant menggunakan mekanisme scan QR, dan aplikasi UnikQu bisa diunduh gratis di playstore.

CEO BNI wilayah Malang, Yesi Kurnia, mengakui penerapan pembayaran non tunai menggunakan UnikQu di sebuah kantin baru pertama kali dilakukan di Malang, tepatnya di UB. Pemilihan Kota Malang sebagai tempat penerapan pembayaran non tunai tidak lepas dari status Malang sebagai kota pendidikan, yang banyak sekali terdapat kampus dan mahasiswa.

“Kita tahu mahasiswa tidak suka yang ribet-ribet dan maunya praktis, makanya kita mulai dari Malang yang dihuni banyak mahasiswa untuk mencoba pembayaran non tunai tersebut,” ungkapnya.

Diharapkan, semua mahasiswa dan pengunjung yang makan di cafetaria CL bisa melakukan pembayaran dengan kartu tap cash maupun dengan UnikQu.

“Kita harus memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai perbankan termasuk penggunaan Unikqu. Meskipun mungkin pembayaran non tunai ini masih baru di kalangan mahasiswa, namun sebenarnya di luaran sana sudah banyak yang menggunakan. “Jadi, kami berharap kantin ini bisa digunakan untuk saling belajar dan saling bertumbuh, sehingga bisa menghasilkan mahasiswa unggul,” tutupnya.

Lihat juga...