Terima LPTQ Kaltim, Nasrul: Juri yang Tak Objektif Rusak Kualitas Qori
PADANG —- Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bertamu ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kunjungan ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan tata kelola dan pembinaan qori dan qoriah-nya.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur Sumbar itu, Hj. Meilana mengungkapkan, untuk meningkatkan wawasan pelatih dan pengurus, perlu rasanya untuk berdikusi dengan LPTQ Sumbar, karena dinilai salah satu yang memiliki tata kelola dan pembinaan Qori-nya cukup bagik.
“Alasannya karena LPTQ Sumbar termasuk sukses melakukan pembinaan hingga mampu bersaing dan menorehkan prestasi yang cukup baik pada perhelatan MTQ tingkat nasional,” katanya di Padang, Kamis (28/9/2017).
Menurutnya, masih perlu banyak hal yang harus dipelajari, termasuk LPTQ di Sumbar. Ia berharap, kedatangannya ke Sumbar bisa membawa hal positif untuk perkembangan dan kemajuan.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut Ketua Umum LPTQ Sumbar, Nasrul Abit menyatakan, segala penilaian dan anggatan terhadap Sumbar, barangkali tidak sesuai dengan ekspektasi, mengingat cukup banyak hal yang perlu dilakukan oleh LPTQ Sumbar dalam hal pembinaan Qori nya, agar meraih prestasi yang lebih baik.
“Kami mungkin tidak sesuai dengan harapan ibu/bapak, karena tidak ada apa-apanya Sumbar ini. Karena kadang-kadang kami juga tidak menang di tingkat nasional. Namun mungkin ada banyak hal yang bisa kita saling berbagi informasi nanti,” ujarnya.
Ia menyebutkan, LPTQ Sumbar berkomitmen penuh meningkatkan kemampuan dan prestasi Qori/Qoriahnya. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pembinaan tidak hanya menjelang kompetisi tertentu namun juga pada keseharian masing-masing.
Lalu juga melakukan internalisasi pembinaan dalam kehidupan sehari-hari ini didorong dengan imbauan-imbauan Pemerintah Daerah seperti ‘Subuh Mengaji’ atau ‘Magrib Mengaji’ dan program/kebijakan terkait lainnya. Selanjutnya, sebagai pemacu dan stimulus dalam proses pembinaan serta upaya penyeleksian, LPTQ rutin menyelenggarakan MTQ berjenjang ke atas dimulai pada tingkat kecamatan hingga ke tingkat provinsi.
“Dari pembinaan seperti ini, alhamdulillah kita bisa masuk nasional walaupun peringkat itu kadang turun kadang naik. Namun yang penting adalah bagaimana kita melakukan pembinaan itu,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Nasrul juga menyoroti netralitas, objektifitas, dan perilaku korup oknum-oknum juri yang menurutnya dapat memberi pengaruh buruk terhadap perkembangan serta kualitas Qori/Qoriah. Perilaku tersebut dinilainya adalah bottle-neck yang dapat merusak seluruh upaya pembinaan yang telah dilakukan.
“Jadi pertama saya ditunjuk, yang saya minta tidak ada lagi permainan di juri, anak kandung, sanak saudara, atau apa. Kita akan mencoba, kalau ada yang berniat minta-minta, lebih baik keluar saja,” tegasnya.