Lanal Maumere Konsen Jaga Keamanan Laut dan Cegah Penangkapan Ikan Ilegal

MAUMERE –– Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Maumere yang membawahi pulau Flores, Lembata dan Alor akan terus melakukan patrol dalam menjaga keamanan territorial laut serta ikut serta mencegah adanya penangkapan ikan secara ilegal.

Demikian disampaikan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Maumere Kolonel Marinir Sumantri saat ditemui Cendana News usai aksi bersih pantai dan wilayah kampung Wurinng Kelurahan Wolomaran Kabupaten Sikka Kamis (7/9/2017) siang.

Dikatakan Danlanal Sumantri, pihaknya juga menyampaikan kepada beberapa kelompok nelayan agar tidak membuang sampah di laut, melakukan pengeboman atau menangkap ikan dengan menggunakan racun agar ikannya layak dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

“Eksekusi tindakan seperti membakar kapal para pengebom ikan tentunya kami akan konsultasikan dengan kesatuan yang lebih tinggi dan tindakan yang dilakukan tentunya sesuai dengan arahan dari kesatuan yang di atas,” ungkapnya.

Lanal Maumere tambah Sumantri, sangat konsen dengan informasi adanya penangkapan ikan dengan cara menggunakan bom di mana pihaknya sering melaksanakan patroli di Laut Flores dan sekitarnya.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok nelayan agar senantiasa menjaga laut dengan tidak menangkap ikan menggunakan bom dan bahan berbahaya lainnya yang merusak ekosistem laut,” terangnya.

Danlanal Maumere juga siap menempatkan personilnya untuk membantu upaya-upaya pencegahan dan penangkapan nelayan yang menangkap ikan dengan cara ilegal dengan menempatkan personilnya di pos pemantau yang disapkan pemerintah daerah

“Kami senantiasa siap bekerja sama mengatasi penangkapan ikan dengan cara ilegal dan terus melakukan patroli sekalian untuk menjaga keamanan terotrial laut,” ungkapnya.

Danlanal Maumere Kolonel Marinir Sumantri (kiri) usai kegiatan bersih pantai dan kampung nelayan Wuring di kota Maumere/Foto: Ebed de rosary

Sementara itu Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon kepada Cendana News mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penangkapan kepada para nelayan yang menangkap ikan secara ilegal baik menggunakan bom, potassium, tuba sejenis racun dari akar pohon atau petasan yang dilempar dari tepi pantai.

Anton sapaannya mengaku akan mengambil tindakan tegas dengan membakar kapal nelayan yang menangkap ikan secara ilegal serta memenajarakan para nelayan agar memebrikan efek jera kepada siapa saja yang mendukung penangkapan ikan secara illegal.

“Dari 8 spot terumbu karang di Flores Timur, sebanyak 6 spot sudah mengalami kerusakan parah akibat bom ikan sehingga kami harus mengambil tindakan tegas agar ada efek jera,” tegasnya.

Anton berharap semua pihak baik pemerintah, LSM dan aparat keamanan khususnya masyarakat pesisir mendukung langkah yang diambil pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk menyelamatkan laut dari cara-cara yang merusak terumbu karang dan biota laut lainnya.

“Saya waktu jadi aggota DPRD selalu kampanyekan selamatkan laut dan pernah memberi bantuan kapal kepada seorang mantan pengebom ikan yang sudah bertobat dan tindakan ini akan terus saya galakan demi anak cucu kita nantinya,” pungkasnya.

Lihat juga...