Kota Padang Panjang Nyaris Mundur dari Penyelenggaraan Tds 2017

PADANG — Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, sempat menyatakan mundur dari iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017, karena keinginan untuk menjadi lokasi start TdS tidak terpenuhi. Kini, Kota Padang Panjang hanya kebahagian lokasi finis etape V yang start-nya di Lembah Harau Limapuluh Kota, sehingga hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan dan persiapan, yang telah dilakukan Kota Serambi Mekah tersebut.

“Pada awal persiapan dulu, kita minta untuk menjadi lokasi start. Semua persyaratan sudah kita lengkapi. Namun, ternyata Padang Panjang hanya dijadikan lokasi finish. Kita upayakan dalam beberapa kali rapat persiapan untuk melobi supaya Padang Panjang menjadi lokasi start, ternyata sampai rapat kali ini belum juga terpenuhi. Untuk itu, kita menarik diri dari keikutsertaan di TdS kali ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang, Hendri Fauzan, dalam rapat di Padang, Kamis (7/9/2017).

Ia menyebutkan jauh-jauh hari Pemko Padang Padang sudah bersiap untuk menjadi lokasi start TdS 2017 dan bahkan sudah merancang beberapa kegiatan di acara pembukaan etape V. Hanya saja, semuanya jadi berantakan karena keinginan menjadi lokasi start TdS gagal dipenuhi.

“Selain itu, kita sudah memberikan kontribusi besar untuk TdS 2017 ini Rp235 juta. Tentunya kita ingin ada feed back-nya. Dengan lokasi start, akan banyak menggerakkan perekonomian Padang Panjang di mana tamu yang bermalam akan banyak dan tentunya perputaran ekonomi akan terjadi saat pembukaan tersebut,” kata Hendri.

Menanggapi ancaman mundur dari Padang Panjang itu, Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan semuanya diserahkan kepada Pemko Padang Panjang sendiri. Kalau, tidak siap tentunya pihaknya akan mencari pengganti Padang Panjang.

“Padang Panjang meminta menjadi tuan rumah lokasi start. Tentunya tidak mungkin lagi, karena persiapan sudah memasuki tahap akhir. Saat ini persiapan sudah mencapai 70 persen. Kalau Padang Panjang tidak siap, kita persilahkan. Kita sudah siapkan Limapuluh Kota sebagai gantinya,” kata Nasrul Abit.

Ia menegaskan akan memberikan waktu kepada Pemerintah Kota Padang Panjang itu untuk berfikir kembali, apakah tetap melanjutkan diri sebagai lokasi TdS atau bersikukuh menarik diri karena keinginan tidak terpenuhi. “Kita beri waktu sampai jam 18.00 WIB nanti. Kalau tetap bersikukuh kita ganti dengan Limapuluh Kota,” jelasnya.

Akana tetapi, hingga berita ini, pihak Pemko Padang Panjang menarik kembali ancamannya, yang menyatakan Padang Panjang siap mengambil bagian dalam event balap sepeda internasional tersebut. “Saya sudah menghubungi Pak Wali Kota. Demi kebersamaan, kita siap ambil bagian. Jadi, kita tetap menjadi tuan rumah finis etape V TdS,” kata Hendri.

Hendri menyebutkan setelah melakukan koordinasi, ternyata dalam acara finish etape V tersebut peserta dan pengunjung lainnya tidak langsung pulang, namun tetap bermalam di Padang Panjang sehingga target kita untuk menarik peserta dan pengunjung bermalam di Padang Panjang tercapai.

“Hotel-hotel kita nantinya juga dipenuhi oleh peserta dan pengunjung. Jadi, kita akan fokus pada persiapan acara finish etape V nantinya,” jelas Hendri.

Lihat juga...