Eksotisme Air Terjun Tirai di Kabupaten Tanggamus
LAMPUNG — Wilayah Kecamatan Air Naningan yang berada di Kabupaten Tanggamus sejak dahulu terkenal dengan keberadaaan bendungan Batu Tegi sebagai salah satu sumber pengairan. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai sadar bahwa sektor pariwisata juga dapat dikembangkan untuk kemajuan daerah.
Air Terjun Tirai, salah satu destinasi yang terus dikembangkan oleh masyarakat sekitar untuk menarik pecinta wisata air dengan sajian alam yang indah dan menyegarkan.
Menurut warga setempat, Tamar (26), untuk menuju lokasi tersebut harus menempuh jarak sekitar 35 kilometer dari pusat kota Talang Padang, yang menjadi jalur Jalan Lintas Barat melalui dengan waktu tempuh sekitar 60 menit. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat melalui jalan raya air kubang.
Bagi pengguna kendaraan roda empat akses selanjutnya hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis trail dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer dari ibukota Kecamatan Air Naningan. Sesampainya di lokasi parkir pengunjung bisa melanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter menuju ke air terjun tirai.
Petualangan bahkan akan semakin terasa setelah menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda dua melewati area perkebunan kopi, lada serta melintasi beberapa alur sungai yang surut saat musim kemarau.
“Beberapa plang penunjuk arah sudah banyak tersedia sehingga kemungkinan tersesat kecil bahkan warga akan dengan ramah menunjukkan arah,” terang Tamar kepada Cendana News, Minggu (10/9/2017).
Lokasi air terjun tirai persisnya terletak di Dusun Talang Suka Maju Desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan yang berdekatan dengan Gunung Tanggamus. Curahan airnya melebar seolah-olah menyerupai tirai dan baru di buka beberapa bulan oleh masyarakat sekitar melalui kerja sama dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Dinas Kehutanan.

Kesegaran air terjun yang mengalir melalui tebing tersebut bahkan sudah bisa dirasakan melalui embun yang tercurah meski pengunjung belum berniat menceburkan diri di kolam air terjun tirai. Ketinggian air terjun yang berkisar 20-25 meter tersebut bahkan menghadirkan sensasi hujan buatan yang membuat pengunjung terpapar embun saat angin berhembus dan duduk di hamparan batu hitam yang banyak terdapat di lokasi tersebut.
Kodir (32) salah satu warga Dusun Talang Suka Mulya Desa Datar Lebuay menyebut air terjun tirai saat ini belum begitu dikenal masyarakat karena akses harus menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat selebihnya harus berjalan kaki. Meski demikian bagi pecinta wisata petualangan sekaligus kegiatan kepramukaan, destinasi ini bisa menjadi salah satu tujuan saat akhir pekan.
Kodir menyebut rencananya akan di bangun fasilitas atau wahana yang bisa menarik kedatangan wisatawan berupa gubuk tempat berteduh, ruang ganti sekaligus kamar mandi serta penambahan berbagai fasilitas layaknya sebuah destinasi wisata untuk menambah daya tarik pengunjung.
Kodir bahkan menyebut fasilitas yang disediakan saat ini masih minim karena masih dalam tahap pembangunan sehingga pengunjung masih belum menikmati pelayanan maksimal dari pengelola air terjun tirai tersebut.
Bersama kawan kawannya yang terus peduli akan keberadaan objek wisata air tersebut, mereka memiliki satu tujuan untuk mengangkat dan memperkenalkan nama daerah nya melalui objek wisata air terjun tirai tersebut. Keberadaan kebun kopi dan lada dapat sekaligus menjadi wisata agro bagi penyuka wisata alam serta bisa menikmati seduhan kopi hangat khas Tanggamus yang disajikan oleh pedagang.
Alhasil setelah air terjun tirai sudah kerap dikunjungi wisatawan dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terkait, sekarang Dusun Talang Suka Maju Desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan mulai dikenal masyarakat luar melalui pariwisata. Dampak positifnya sebagian warga yang semula hanya berprofesi sebagai petani dan pekebun bisa mempergunakan akhir pekan dan saat hari libur berjualan makanan dan minuman di lokasi sekitar tempat wisata sehingga bisa menambah pemasukan ekonomi bagi keluarga.
“Banyak pengunjung bisa berimbas positif bagi masyarakat karena dengan tiket masuk bisa dipergunakan untuk pengembangan objek wisata ini, bagi masyarakat menjadi sumber mata pencaharian dari berdagang,” terangnya.
Ia juga menyebut pengelolaan objek wisata tersebut sekaligus ikut melibatkan para pemuda di desa setempat agar bisa menjadikan destinasi wisata sebagai sumber ekonomi kerakyatan dengan menyediakan lokasi wisata yang nyaman dan aman. Para pemuda yang dilibatkan bahkan bisa ikut menjaga parkir kendaraan yang aman cukup dengan membayar Rp10ribu sehingga pengunjung bisa merasa nyaman saat berwisata.
Kodir menyebut musim kemarau pada bulan September ini menjadi saat tepat untuk berkunjung dengan alasan jalannya tidak licin dan kesegaran menikmati air terjun sensasinya akan lebih terasa.
Sebagai salah satu petugas yang mengabdi di Dinas Kehutanan Kabupaten Tanggamus, Kodir menyebut dibukanya akses wisata air terjun tirai sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Air Terjun Tirai dengan tujuan tetap menjaga kawasan hutan.

Beni, salah satu pecinta jalan jalan sekaligus pengunjung ke lokasi air terjun tirai menyebut objek wisata tersebut sangat cocok bagi pecinta wisata petualangan motor trail atau pecinta wisata alam bebas. Selain lokasinya yang susah diakses dengan kendaraan untuk mencapai lokasi butuh kesabaran meski saat tiba dilokasi akan terbayarkan dengan kesejukan alam yang dingin dan menyegarkan.