Penderita Penyakit Katarak Tinggi, NTB Perlu Miliki Rumah Sakit Mata

MATARAM  — Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kawasan ini termasuk daerah dengan penderita penyakit katarak paling tinggi, di mana jumlahnya sampai saat ini mencapai 150 ribu penderita.

Meski demikian, NTB sampai sekarang belum memiliki rumah sakit mata dan hanya menjalani perawatan di Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) yang kapasitasnya sudah tidak lagi representatif.

“Keberadaan balai dengan pasien tidak seimbang, makanya akan dinaikkan kelasnya dari BKMM menjadi rumah sakit mata, supaya bisa tertampung dan dilayani secara maksimal,” kata Kepala Dikes NTB, Nurhandini Eka Dewi di Mataram, Rabu (16/8/2017).

Dengan perubahan status tersebut nantinya diharapkan juga bisa lebih berkembang, bisa rawat inap, pasalnya dengan status sekarang sebagai balai, hanya bisa rawat jalan.

Dikatakan untuk gedung rumah sakit mata NTB sendiri akan menggunakan bekas RSUD NTB yang lama dan akan dilakukan rehab terlebih dahulu pada  2018, di mana untuk anggaran rehab Pemprov NTB menyiapkan anggaran senilai 16 miliar rupiah.

“Mudahan saja ini segera bisa terwujud, mengingat akan kebutuhan masyarakat yang mendesak untuk segera mendapatkan pertolongan” katanya.

Ditambahkan Eka, untuk tenaga medis sendiri, di BKMM sudah ada dua dokter mata, sementra dua dokter di antaranya masih menempuh pendidikan, meski demikian di semua rumah sakit kita punya dua orang dokter spesialis mata.

Lihat juga...