Gangguan Teknis, Warga Ketapang Antri Cairkan Bantuan PKH
LAMPUNG — Ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan sejak pagi mendatangi kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Sripendowo Kecamatan Ketapang untuk mencairkan bantuan tunai dari Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan dana tunai PKH diberikan selama empat tahap senilai Rp1.890.000.
Sonia, salah seorang warga Desa Pematangpasir Kecamatan Ketapang menyebut proses pengambilan uang PKH di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di BRI sempat mengalami gangguan sehingga sebagian menggunakan jasa penarikan uang tunai agen BRILink. Untungnya BRILink di Sripendo dan bank saling berhadapan.
Sonia mengungkapkan akibat antrian di agen BRILink membuat dirinya kembali ke mesin ATM yang sudah kembali normal sejak 09.00 WIB. Meski di sana, Sonia juga harus mengantri cukup lama akibat banyaknya warga yang hendak mencairkan dana PKH tersebut.
Sebagai antisipasi kericuhan akibat warga penerima PKH mengambil di mesin ATM yang hanya berjumlah satu unit, petugas keamanan dari bank dikerahkan untuk membantu proses pengambilan uang tunai di mesin tersebut.
“Ada petugas keamanan yang membantu warga dalam proses pengambilan sekaligus menghindari berdesak desakan para pengambil dana PKH karena mesin ATM BRI hanya ada satu unit. Sementara fasilitas Teras BRI mobile letaknya jauh di Pasar Sripendowo,” tutur Sonia warga Desa Pematangpasir Kecamatan Ketapang yang ditemui Cendana News seusai mencairkan dana PKH yang diambilnya untuk keperluan sekolah satu anaknya, Kamis (31/8/2017)
Sonia mencairkan dana PKH tahap kedua proses pencairan sebesar Rp500 ribu untuk kebutuhan hari raya dan keperluan anaknya sekolah. Hal ini sesuai untuk peruntukkan PKH dan pencairan dilakukan sehari menjelang Idul Adha.
Antrian yang panjang di mesin ATM BRI membuat sejumlah agen BRILink juga kebanjiran pelanggan yang berniat mencairkan dana PKH. Salah satunya pemilik fasilitas BRILink Risalatul, agen BRILink di Jalan Raya Lintas Ketapang mengungkapkan bahwa sejak pagi dia menerima sekitar 30 warga yang mencairkan uang di agen yang dikelolanya.
“Sebagian besar penerima PKH mengambil uang tunai yang menjadi haknya namun sempat mengalami gangguan transaksi. Hingga siang ini sistem belum normal sehingga banyak warga kecewa dan terpaksa rela mengantri kembali di kantor unit BRI,” tutur Risalatul.
Menurut Risalatul menyebut warga terpaksa pulang karena enggan mengantri dan berniat mengambil uang PKH. Mereka menggunakan kartu yang berfungsi sebagai ATM untuk menarik tunai dana PKH saat transasksi kembali normal di sejumlah agen BRILink.
Santi, salah seorang ibu rumah tangga penerima PKH mengaku akan mempergunakan uang dari bantuan program PKH untuk pendidikan anaknya yang duduk di bangku SMP. Namun karena gangguan teknis sistem dan transaksi, dia belum bisa mengambil uang di agen BRILink. Meski demikian ia tidak kuatir karena dana PKH yang bisa dicairkan sewaktu waktu tersebut masih tetap utuh di rekening dan ATM jika tidak diambil.
Selain gangguan teknis di sejumlah agen BRILink menyebabkan warga tidak bisa melakukan transaksi penarikan uang tunai. Sejak pukul 11.00 WIB mesin ATM di BRI Unit Sripendowo pun kehabisan saldo sehingga masyarakat penerima dana program PKH terpaksa menunda pencairan dana program PKH menunggu mesin ATM diisi oleh petugas.
Beberapa warga bahkan berniat mengambil uang pekan depan akibat libur Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (1/9) esok sehingga dipastikan bank tidak beroperasi.