Berada di Grup Neraka, Persami Siap Berlaga di El Tari Memorial Cup
ENDE – Persatuan Sepak Bola Maumere (Persami) Kabupaten Sikka selaku juara bertahan yang merengkuh trofi juara El Tari Memorial Cup ke-27 2015 lalu mengaku siap mempertahankan gelar meski berada di grup neraka.
Demikian disampaikan Sekretaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sikka, Edward Lodovic da Gomez kepada Cendana News Sabtu (22/7/2017) usai latihan persiapan tim Persami di Ende.
Dikatakan Viky, sapaannya, berdasarkan hasil undian yang digelar saat Teknikal Meeting, Jumat (21/7/2017) di aula Universitas Flores, Persami selaku juara bertahan Eltari Memorial Cup ke-27 tahun 2015 berada di grup IV bersama PSN Ngada, Persap Alor dan PSK Kota Kupang.
Secara mental, kata Viky, Persami sangat siap, karena sebagai juara bertahan, disadari memiliki beban yang berat dari tim-tim yang lain untuk mempertahankan piala. Masyarakat memberi target kepada timnya untuk membawa pulang piala ETMC 2017.
“Saat Launching TIM Skuad Persami yang dihadiri oleh Bupati Sikka, Drs. Yosef Ansar Rera, Pak Bupati mengatakan, piala ini tidak diserahkan kepada siapa-siapa, hanya dititipkan kepada panitia untuk acara seremonial dan piala ini harus dibawa pulang kembali,” ungkapnya.
Tim Persami, kata Viky, tidak ada beban jika akan berhadapan dengan lawan main manapun sekalipun melawan tuan rumah, Perse Ende, sebab kalau menang itu keunggulan timnya dan jika harus kalah maka itulah kekurangan timnya.
“Sepak bola adalah persahabatan, jadi prinsip kami sepak bola adalah persahabatan, berperang hanya 2 kali 45 menit saja dan di luar dari itu kita semua kawan, saudara, dan sahabat,” tuturnya.
Materi pemain Persami, ungkapnya, terdiri dari pemain lama saat ETMC 2015 yang lalu sekitar 8 orang yang usiany memenuhi regulasi. Sebagian besar adalah pemain baru dan ada 6 pemain dari luar yang telah memenuhi tuntutan regulasi dari panitia sehingga secara keseluruhan berjumlah 29 orang.
“Kami siap bertanding dan memberikan hasil maksimal meski sebagai juara bertahan ada beban moril namun kami harus optimis untuk kembali membawa pulang piala,” tegasnya.

Sementara itu, PSN Ngada saat rapat Technical Meeting yang kemudian dilanjutkan dengan penarikan undian dipimpin oleh Sekretaris Umum Asosiasi PSSI provinsi NTT, Lambert Tukan Jumat (21/7/2017), mempersoalkan terkait pemakaian pemain PSN di beberapa tim namun hingga kini masih tercatat sebagai pemain mereka.
“Kami pertanyakan beberapa pemain kami yang kini menyebar di beberapa tim yang ikut ETMC sekarang ini. Mereka masih tercatat di PSN, setelah kembali liga 2 nama mereka masih ada,” kata Ferdy Bura yang juga menjadi manajer saat PSN bermain di liga 2.
Terhadap hal ini, belum juga dijawab tuntas oleh pihak Asprov. Karena itu, rencana akan dilakukan protes atau keberatan melalui surat resmi. Terlepas dari itu, saat Technical Meeting berjalan dengan baik, setiap manajer mengambil undian. Sementara Perse Ende tidak mengundi karena sebagai tuan rumah diberi kehormatan untuk ditempatkan di grup satu.
Ketua Panitia Pelaksana, Lory Gadidjou mengatakan, perhelatan sepak bola liga III ETCM merupakan peristiwa entertain karena itu dia meminta masyarakat sepak bola untuk berpesta menikmati pertandingan yang disuguhkan.
“Kita datang untuk berpesta, kita datang untuk uji coba lapangan yang cukup indah ini. Kita datang untuk menjalin persaudaraan di bumi Flobamora, karena itu semangat persaudaraan harus dijunjung tinggi,” sebutnya.
Dirinya juga berharap untuk hilangkan ego, baik pemain, dan pelatih manajer dari semua tim. Dirinya mengatakan bahwa Ende juga akan menjadi tuan rumah yang baik dalam perhelatan ETMC ke 29 kali ini.
Berikut hasil undian grup:
GRUP I
1.PERSE ENDE
2.MaANGGARAI BARAT
3.BELU
4.MANGGARAI
5.MANGGARAI TIMUR
GRUP II
1.NAGEKEO
2.MALAKA
3.SUMBA TENGAH
4.SUMBA TIMUR
GRUP III
1.FLOTIM
2.TTS
3.SUMBA BARAT DAYA
4.ROTE NDAO
5.LEMBATA
GRUP IV
1.NGADA
2.SIKKA
3.ALOR
4.KOTA KUPANG.