SABTU, 17 JUNI 2017
MAUMERE — Ratusan Penumpang Kapal Pelni Terlantar di Pelabuhan Laurens Say Maumere akibat tiket kapal KM.Siguntang tujuan Makasar-Pare-Pare-Tarakan habis terjual sejak kemarin pagi Jumat (16/6/2017).
![]() |
| Para penumpang KM.Siguntang yang terlantar di Pelabuhan Laurens Say Maumere akibat tidak kebagian tiket. |
Para pemumpang asal Kabupaten Sikka maupun para perantau asal Sulawesi yang menetap di wilayah Kabupaten Ende, Nagekeo dan Flores Timur yang terpaksa harus menginap sejak Jumat sore mulai kebingungan sebab petugas mengatakan tiket sudah habis. Sementara penumpang yang tidak memiliki tiket dilarang naik ke atas kapal.
Kepala Kantor PT.Pelni Cabang Maumere Syafran saat ditemui Cendana News Sabtu (17/6/2017) pagi menyebutkan dari jatah tiket sebanyak 1.258 lembar, semuanya sudah habis terjual sejak kemarin dan tidak ada lagi penambahan tiket mengingat daya tampung kapal KM Siguntang sebanyak 3.326 penumpang sudah terisi semua.
“Banyak penumpang yang naik dari Kota Lewoleba dan Kupang sehingga jatah tiket di Maumere tidak bisa ditambah,” sebutnya.
Syafran meminta agar para penumpang asal Flores Timur bisa membeli tiket dan naik kapal dari pelabuhan Lewoleba sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan Laurens Say Maumere.
“Kalau dari Maumere semua tentu akan buang biaya,waktu dan juga bisa tidak kebagian tiket kalau membelinya satu hari sebelum kapal berangkat,” ungkapnya.
Syafran yang baru seminggu memegang jabatan kepala kantor ini menyesalkan kejadian ini sebab seharusnya jauh-jauh hari pihak Syahbandar atau Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say bersama Pelni membahas kemungkinan melonjaknya penumpang yang akan mudik ke kampung halaman mereka.
“Bila sudah ada perkiraan terjadinya lonjakan maka bisa meminta tambahan armada tapi saya dan Kepala Syahabandar juga baru bertugas,” terangnya.
Khairul salah seorang penumpang asal Ende yang ditemui di ruang tunggu Pelabuhan Laurens Say Maumere mengaku sejak kemarin malam menginap di ruang tunggu dan berharap agar bisa membeli tiket tapi jawaban dari petugas Pelni tiketnya sudah habis terjual.
“Saya bungung mau bagaimana sebab kalau tidak bisa dapat tiket terpaksa saya harus kembali ke Ende dan menunggu kapal berikutnya tanggal 27 Juni nanti untuk bisa mudik ke Pare-Pare,” tuturnya.
![]() |
| Kepala Kantor PT.Pelni Cabang Maumere Syafran. |
Jurnalis: Ebed de Rosary/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary
Source: CendanaNews

