SENIN, 12 DESEMBER 2016
PONOROGO — Memasuki libur panjang, tempat wisata selalu menjadi pilihan jujugan yang menarik. Di Ponorogo ada wisata Telaga Ngebel yang sudah terkenal. Namun, sejak November lalu, retribusi biaya masuk Ngebel naik Rp 2 ribu, dari sebelumnya Rp 4 ribu menjadi Rp 6 ribu.
![]() |
| Retribusi naik di Telaga Ngebel Ponorogo, aspek kebersihan harus lebih ditingkatkan. |
Kepala Disbudparpora Ponorogo, Sapto Djatmiko, menjelaskan, kenaikan tarif masuk itu sudah sesuai dengan fasilitas yang lengkap di Ngebel, seperti akses jalan raya, taman bermain, perahu, dan becak air yang tersedia.
“Peningkatan tarif retribusi sudah sesuai Perda jasa usaha yang memang dilakukan perubahan. Pun peningkatan sebesar Rp 2 ribu tersebut masih cukup ideal. Saya optimistis, peningkatan masih terjangkau bagi pengunjung,” jelasnya kepada Cendana News, Senin (12/12/2016).
Sapto membantah kenaikan retribusi untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia menegaskan, target PAD tahun ini sudah tercapai. Pada 2016, ditarget setor ke Pemkab Rp 600 juta. Sedangkan saat ini sudah mencapai Rp 800 juta. Namun, Sapto mengakui, kenaikan tarif cukup membantu mengoptimalkan pencapaian target. Selain itu, cukup membantu juga untuk mencapai target tahun depan. Sebab, target PAD Telaga Ngebel diprediksi meningkat sepuluh persen.
“Sebenarnya, Rp 6 ribu itu juga masih terlalu murah mengingat banyaknya perbaikan dan penambahan wahana di Ngebel,” ungkapnya.
Kenaikan harga tiket bukan tanpa sebab. Wisata Telaga Ngebel dinilai sudah cukup ramai belakangan. Wisatawan tidak hanya dari masyarakat lokal. Namun, datang dari berbagai daerah lain di luar bumi Reyog. Sapto menyebut, Telaga Ngebel sudah mulai dikenal. Selain itu, berbagai fasilitas di dalamnya juga semakin lengkap. Ada taman arena bermain hingga fasilitas perahu dan becak air. Sapto menambahkan, akses jalan menuju lokasi wisata juga sudah lebih baik.
“Jumlah pengunjung tercatat mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, retribusi terlalu murah,” tukasnya.
Salah satu pengunjung, Bima Trisakti (18) menambahkan, tiket masuk dengan harga Rp 6 ribu seharusnya pada aspek tingkat kebersihan di wisata Ngebel juga diperbaiki.
“Tiket naik tidak masalah, tapi fasilitas kebersihan seperti penjaga kebersihan harusnya lebih disiagakan,” pungkasnya.
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti