SENIN, 12 DESEMBER 2016
LAMPUNG — Arus balik libur panjang selama tiga hari sejak Sabtu (10/12) hingga Senin (12/12), pengguna jasa pelayaran di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni terus menunjukkan peningkatan sejak siang hingga sore di sejumlah dermaga yang dioperasikan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni Lampung. Hingga sore hari, arus kedatangan penumpang pengguna kendaraan pribadi roda empat dan kendaraan roda dua terus menunjukkan peningkatan terlihat dari penuhnya muatan setiap kapal yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
![]() |
| KMP Sebuku Palembang siap melakukan bongkar muat di Dermaga V Pelabuhan Bakauheni. |
Salah satu kapal milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang dioperasikan KMP Sebuku Palembang, menurut salah satu petugas supervisi, Hendra Akdafira, terjadi peningkatan cukup signifikan. Muatan setiap kapal seperti di KMP Sebuku memuat sekitar 105 kendaraan roda dua dan ratusan kendaraan pribadi belum termasuk bus dan truk colt diesel.
Peningkatan tersebut dipastikan akan terus terjadi hingga malam hari mengingat akhir libur panjang ditambah hari libur keagamaan telah berakhir dan sebagian masyarakat kembali dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa sejak pagi hingga malam hari. Sejumlah kapal berukuran besar telah disiagakan dengan ukuran 5000 GT untuk mengangkut pengguna jasa, baik penumpang pejalan kaki dan pengguna kendaraan.
“Meski volume kendaraan roda dua dan pribadi terus meningkat, namun dipastikan tidak akan ada antrian karena hampir semua dermaga disandari kapal-kapal besar yang langsung memuat semua kendaraan dan penumpang lain,” terang salah satu petugas supervisi PT ASDP Cabang Bakauheni, Hendra, saat ditemui Cendana News di Dermaga V Pelabuhan Bakauheni, Senin (12/12/2016).
![]() |
| Arus padat di Pelabuhan Bakauheni. |
Peningkatan arus pengguna jasa di Pelabuhan Bakauheni tersebut juga dibenarkan manager operasional PT ASDP Bakauheni, Yefri Hendri, yang menyebutkan terjadi peningkatan arus pengguna jasa sekitar 30-50 persen, khususnya pada arus balik liburan panjang. Perhitungan tersebut, ungkapnya, terlihat dari jumlah kendaraan berbagai jenis di antaranya kendaraan campuran bus, truk, dan pribadi rata-rata per hari mencapai 2.500-3.000 unit bahkan lebih. Sementara kendaraan roda dua pada hari biasa setiap kapal mampu memuat maksimal sekitar 30 unit. Saat liburan bisa mencapai 100-200 unit kendaraan roda dua.
Prediksi kenaikan arus penumpang berbagai jenis kendaraan tersebut, ungkap Yefri, akan kembali terjadi menjelang malam hingga dini hari meski sejumlah kantong parkir tidak mengalami penumpukan. Kecenderungan pengguna kendaraan roda dua memilih perjalanan di sore hari untuk menghindari panas dan pagi hari membuat dominasi kendaraan roda dua terjadi pada waktu pagi dan sore.
“Meski mengantri sebentar, namun dipastikan akan terurai hingga malam hari dan kondisi akan normal kembali di semua dermaga karena masyarakat sebagian harus kembali bekerja esok hari,” terang Yefri Hendri.
Antisipasi lonjakan arus balik PT ASDP Cabang Bakauheni di lintasan Selat Sunda bahkan menyiagakan sebanyak 27-29 kapal roll on roll off (Roro) dengan pencapaian trip sekitar 89-90 per hari untuk semua kapal di lintasan Selat Sunda. Normalnya arus penyeberangan tersebut, menurutnya, didukung dengan kondisi cuaca yang baik tanpa gelombang sehingga olah gerak kapal saat bongkar muat (port time) cukup lancar dengan waktu sekitar 45 menit sementara waktu berlayar (sailing time) hanya memerlukan sekitar 2-3 jam dari Pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya.
Selain cukup lancar dalam pelayanan di sejumlah dermaga meski arus kedatangan balik libur panjang meningkat, tidak mengakibatkan pintu masuk pembelian tiket kendaraan (toll gate) macet panjang. Demikian juga dengan loket pembelian tiket pejalan kaki. Pantauan Cendana News kendaraan terlihat mengular di pintu pembelian tiket kendaraan meski dalam kondisi ramai tetap lancar dengan petugas dari PT Mata Pencil Globalindo yang terus melakukan pengarahan kendaraan untuk membeli tiket.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi
