SENIN, 4 JULI 2016
MAUMERE — Pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah khusunya kabupaten Sikka perlu memberikan kepastian hukum terkait pembentukan Forum Anak Desa (Forades). Kepastian ini penting agar bisa mendapatkan dana untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan pendampingan bagi anak-anak di tingkat desa. Hampir semua desa di kabupaten Sikka belum memiliki Forades apalagi memiliki kepastian hukum.

Demikian disampaikan Sebastian Soba, pendamping Forum Anak Desa Wolomotong kecamatan Doreng kepada Cendana News, Senin (4/7/2016).
Dikatakan Ombes sapaannya, pemerintah desa harus mengalokasikan anggaran yang pasti disertai kepastian hukum sehingga penggunaan anggarannya jelas.
“Pihak desa juga harus melakukan sosialisasi dan mendorong masyarakat untuk memasukan anaknya ke dalam Forades agar cita-cita menjadikan desa sebagai desa layak anak bisa terwujud,” terangnya.
Sejak tahun 2013 menjadi pendamping di Forades, Om Bes melihat sesungguhnya anak-anak di desa memiliki potensi namun perlu didorong,diangkat dan dikembangkan. Ini yang membuat wadah Forades penting guna mendidik anak desa agar bisa mandiri, cerdas dan menampilkan potensi dirinya.
“Portensi itu ada sejak lahir sehingga hanya perlu didorong. Bicara masa depan berarti kita bicara tentang anak bukan tentang orang dewasa untuk itu harus sejak dalam kandungan anak sudah dipersiapkan dengan baik,” tegasnya.
Lelaki periang ini mengakui. kendala yang dihadapi selama mendampingi anak-anak di desa Wolomotong, perilaku dari keluarga yang selalu melarang dan memasung anaknya agar tidak bergaul atau berkelompok melakukan hal positif di Forades.
Ombes miris melihat masih banyak orang tua yang belum peuli tentang perkembangan anak dan mempersiapkan masa depan anak sehingga dirinya selalu membuat formulir yang ditandatangani orang tua bila menginginkan anaknya bergabung di Forades.
“Ini penting agar orang tua pun tidak boleh lepas tangan dan turut bertanggung jawab atas perkembangan anaknya,” tuturnya.

Pendamping 150 anak dari 4 SD dan 2 SMP di kecamatan Doreng ini menambahkan, di zaman yang canggih ini jika anak terpuruk dia cenderung melakukan hal-hal negatif karena ketdaktahuan. Belum lagi tambah Ombes, pola pikir dan pengetahuan orang tua masih jauh dari harapan.
“Bergabung di Forades anak akan dajarkan hal-hal positif dan diberikan kesempatan berinteraksi, bergaul dan mengaktulisasikan dirinya sejak dini. Kami siapkan anak menjadi generasi masa depan yang berguna bagi bangsa ini,”pungkasnya.
[Ebed De Rosary]