Pantau Arus Mudik, Basarnas Siagakan 47 Personil di Titik Rawan

SELASA, 5 JULI 2016

LAMPUNG — Badan searh and rescue nasional (Basarnas) wilayah Lampung menyiagakan sebanyak 47 personil di sejumlah wilayah terutama di jalur mudik yang memiliki potensi rawan bencana dan kecelakaan selama operasi kemanusiaan mudik 2016 (1437 H). 
Kepala seksi operasi SAR Lampung, Yulius Cahyono menyebutkan, puluhan tim dari Basarnas Lampung berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setiap kabupaten di jalur mudik, taruna siaga becana (Tagana) serta tim dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Beberapa jalur rawan bencana alam, kecelakaan di provinsi Lampung yang mendapat pantauan dari Basarnas dan tim kesiagaan bencana lain selama arus mudik diantaranya wilayah Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Lampung Barat yang rawan bencana longsor. Selain itu kabupaten Lampung Selatan secara khusus disiagakan tim gabungan di bandara Raden Inten II, pelabuhan Bakauheni Lampung serta beberapa titik.
“Situasi arus mudik sejauh ini hingga H minus satu belum ada kejadian yang menonjol dan masih dalam kondisi aman terkendali meski cuaca sebagian wilayah Lampung hujan belum ada dilaporkan bencana longsor atau banjir di jalur mudik,”ungkapnya saat dikonfirmasi Cendana News di posko Basarnas Bakauheni, Selasa (5/7/2016).
Menurutnya, seluruh posko Basarnas yang ada di wilayah provinsi Lampung saling berkoordinasi untuk mengantisipasi kejadian kebencanaan, baik bencana alam atau kecelakaan akibat kelalaian manusia terutama di jalur mudik. Setiap posko bahkan dilengkapi dengan alat alat komunikasi serta peralatan penyelamatan lengkap dengan tim yang siaga bencana selama 24 jam dengan adanya Basarnas emergency call 115.
Seluruh petugas Basarnas di wilayah Lampung menurut Yulius disiagakan sejak H minus 7 (7 hari sebelum lebaran) hingga H plus 8 (8 hari sesudah lebaran) dengan posko utama diantaranya di pelabuhan Bakauheni dan bandara Raden Inten II selama arus mudik dan balik.
Penyiapan posko utama di pelabuhan Bakauheni ungkap Yulius dilakukan akibat tingginya potensi kecelakaan lalu lintas, kecelakaan laut atau insiden lain selama arus mudik dan arus balik lebaran. Posko utama Basarnas bahkan berkoordinasi dengan PMI dan Tagana dari Kabupaten Lampung Selatan berkoordinasi dengan Ditpolair Polda Lampung.
Antisipasi kecelakaan laut, Basarnas juga telah menyiagakan sebanyak 1 unit rubber boat, 1 unit rubber boat jenis ribcraft, sebanyak 3 unit para motor sebagai fasilitas pantauan udara lengkap dengan satu tenaga penerbang, 2 unit truk personil serta kendaraan lain untuk persiapan evakuasi ketika terjadi kecelakaan laut. Peralatan tersebut bahkan didukung oleh kapal tug boat TB Merak milik PT ASDP Bakauheni, kapal patroli Ditpolair Polda Lampung dan Satpolair Polres Lampung Selatan.
Persiapan Basarnas Lampung dalam segi pengamanan khusus di Pelabuhan Bakauheni ungkap Yulius lebih dilakukan secara represif dimana tim akan bergerak saat terjadi kejadian dan bertindak setelah terjadi musibah. Langkah tersebut dilakukan menurut Yulius dilakukan sebab langkah antisipasi telah dilakukan oleh seluruh kru kapal roll on roll off (roro) yang melintas di Selat Sunda.
“Pastinya himbauan keselamatan sudah menjadi kewajiban masing masing kapal penumpang yang dilengkapi alat keselamatan bahkan selalu diberi himbauan secara lisan maupun tulisan di setiap kapal,”ungkap Yulius.
Hingga H minus satu hari raya Idul Fitri 2016 (1437 H) Basarnas Lampung mencatat kejadian kecelakaan laut dan kebencanaan masih nihil. Yulius selaku kasiops SAR Lampung bahkan mengakui arus mudik menggunakan moda transportasi kapal laut dari pelabuhan Merak Provinsi Banten menuju pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung masih terpantau normal. Sesuai instruksi berbagai pihak ungkap Yulius,angkutan lebaran tahun ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan laut, darat dan udara.
“Target angkutan lebaran tahun ini adalah zero accident sehingga semua pemudik bisa pulang dengan selamat ke kampung halaman dan kembali bekerja setelah merayakan lebaran,”terangnya.
Kesiapsiagaan tim Basarnas Lampung tahun ini ungkap Yulius akan semakin bertambah tidak saja mengantisipasi kejadian kebencanaan saat arus mudik dan balik. Liburan panjang siswa sekolah meski beberapa hari mengakibatkan sejumlah tempat wisata perairan di Lampung ramai dikunjungi wisatawan.
Beberapa personil Basarnas selama libur lebaran juga disiagakan di sejumlah tempat wisata bahari diantaranya pantai Pasir Putih,pantai Kahay,pantai Embe di Kabupaten Lampung Selatan, pantai Mutun Kabupaten Pesawaran serta beberapa pantai yang dikunjungi banyak wisatawan mengantisipasi kejadian kecelakaan di tempat wisata.
[Henk Widi]
Lihat juga...