Ketika Ketupat Jadi Menu Wajib Perayaan Lebaran Pada Masyarakat Lombok

SELASA, 5 JULI 2016

MATARAM — Bagi sebagian masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), perayaan Hari Raya Idhul Fitri atau lebaran terutama di desa-desa tidak saja dirayakan dengan lomba takbiran dan melaksanakan ritual shalat semata.

Perayaan juga dilaksanakan dengan membuat aneka jajanan dan menu makanan, untuk dijadikan hidangan atau santapan bersama keluarga. Ketupat merupakan salah satu menu yang wajib ada di setiap Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) seperti lebaran.
“Ketupat itu pada setiap PHBI wajib ada dibuat masyarakat untuk hidangan bersama keluarga atau tamu undangan yang datang bertamu” kata Inayah, warga Desa Banyu Urip, Lombok Tengah, Selasa (5/7/2016).
Dikatakan, warga biasanya akan membuat ketupat dalam jumlah banyak secara bergotong royong bersama tetangga, sehari sebelum PHBI, menggunakan daun kelapa yang masih muda, baik untuk hidangan bersama keluarga maupun untuk dihidangkan bagi tamu yang datang bersilaturrahmi.
Pada PHBI lebaran tahun ini, hampir semua warga juga membuat ketupat sebagai hidangan usai lebaran dilaksanakan, termasuk jajanan bantal.
Nuriah, warga lain mengungkapkan, ketupat selalu dibuat warga setiap PHBI seperti lebaran, karena sudah menjadi tradisi turun temurun yang wajib ada, bahkan dalam acara syukuran menikah atau dzikiran kematian, ketupat juga sering dibuat sebagai hidangan.
“Disamping itu, ketupat juga sering dibuat,  karena termasuk makanan yang cukup praktis sebagai makanan pengganti nasi, karena ketupat sendiri dibuat dari beras yang biasa dimasak untuk nasi” tutupnya.(Turmuzi)
Lihat juga...