Berkah Jelang Lebaran, Tukang Cukur ‘Diserbu’ Warga

SELASA, 5 JULI 2016

LAMPUNG — Saat warga lain melakukan aktifitas mudik dan melakukan aktifitas berbenah di rumah, tidak demikian yang dialami oleh Sohri (36) tukang pangkas rambut atau dikenal dengan tukang cukur di bilangan perempatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur. Bersama sang adik, dirinya justru sejak tiga hari belakangan harus membuka jam operasional di tempat cukurnya lebih cepat dan tutup lebih lama akibat konsumen yang akan memangkas rambut semakin meningkat. Peningkatan warga yang akan melakukan pangkas rambut diakuinya terjadi saat menjelang hari raya Idul Fitri 2016 (1437 H).
Sohri mengaku membuka tempat cukur di Ruko yang tepat berada di jalur strategis sehingga mudah ditemukan oleh konsumen. Peningkatan jumlah warga yang akan memangkas rambut diakui Sohri terutama anak anak dan kaum laki laki yang berasal dari sejumlah wilayah di Labuhan Ratu terutama akibat sebagian tukang cukur lain sudah melakukan aktifitas mudik.
“Ada beberapa tukang cukur lain sebetulnya tapi mereka ada yang sudah mudik ke kampung halamannya sehingga mau tak mau saya dan adik menjadi salah satu tempat pangkas rambut yang diburu warga,”ungkap Sohri ketika ditemui Cendana News di tempat pangkas rambut miliknya, Selasa (5/7/2016).
Ia mengakui hikmah hari hari menjelang lebaran Idul Fitri sangat dirasakan olehnya sehingga dirinya tak bisa menolak rejeki yang membuatnya kebanjiran order bahkan sebagian harus rela mengantri. Kebutuhan jasa pangkas rambut dengan keinginan warga yang hendak tampil rapi dan menawan saat hari istimewa terutama ketika melakukan silaturahmi pada hari raya Idul Fitri.
Permintaan jasa pangkas rambut juga dialami tukang pangkas rambut lainnya di pasar Labuhan Ratu yang nyaris tak pernah sepi dalam beberapa hari ini. Rata rata pencari jasa tukang cukur adalah orang dewasa yang mengajak serta anak anak bahkan balita yang dibawa oleh orangtuanya.
Zumri, tukang pangkas di Zumri Pangkas bahkan sibuk melayani pelanggan sejak pagi dengan rata rata konsumen jasanya adalah laki laki. Sesaat setelah pelanggan pertama datang ia bahkan mengaku beberapa pelanggan lain telah berdatangan sehingga ia dengan sigap segera menyelesaikan pekerjaan memangkas rambut karena pelanggan lain telah mengantri.
Orderan pangkas rambut sejak sepekan diakuinya meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya mencapai sekitar 10 orang perhari kini mencapai 25-30 orang perhari bahkan bisa lebih. Beruntung sebagian besar pelanggan merupakan anak anak yang tidak terlalu mengingingkan model rambut cukup rumit sehingga pengerjaan bisa dilakukan dengan cepat.
“Anak anak yang penting rapi dan demikian juga orang tuanya, ini sudah berlangsung rutin setiap hari raya dan anak anak biasanya malah justru senang dicukur karena dijanjikan uang saat lebaran,”ungkapnya sambil tersenyum.
Dirinya serta beberapa tukang pangkas mengaku mulai beraktifitas sejak pagi, akibat permintaan meningkat beberapa tukang pangkas bahkan buka hingga malam hari meski hari terakhir hanya sampai sore karena persiapan malam takbir.  Zumri bahkan pada hari biasa hanya buka dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Namun selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri dirinya buka pelayanan lebih lama.
Meski peningkatan jumlah pelanggan ia dan beberapa tukang cukur lain tak ada satupun yang menaikkan harga. Banyaknya orderan tersebut justru membuat tukang pangkas bersyukur bisa melayani anak anak dan orangtua yang menginginkan rambut rapi saat Idul Fitri meski dengan tarif Rp15ribu untuk anak anak dan Rp20ribu untuk kepala orang dewasa. Para tukang cukur bahkan tak mempedulikan tarif yang tetap meski orderan pangkas rambut akan kembali sepi saat hari biasa.
[Henk Widi]
Lihat juga...