Gerakan Deradiklasasi, Kemenkominfo Gelar Wayangan di Karanganyar

SABTU, 16 JULI 2016

SOLO — Gempuran isu radikalisasi terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi pekerjaan rumah bagi Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Adanya upaya memecah belah bangsa ini terus diperangi dengan gerakan Deradikalisasi. Salah satunya gelaran  seni tradisi wayang kulit semalam suntuk yang dilaksanakan Kemenkominfo di Karanganyar, Jawa Tengah.
Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo, Rosarita Niken Widyastuti mengatakan, informasi yang didistorsi dapat memcepat menyulut radikalisasi yang merongrong keutuhan NKRI serta mengerus budaya bangsa Indonesia. Ancaman terhadap keutuhan NKRI selalu datang silih berganti, baik  dari dalam Negeri maupun Luar Negeri. 
“Ada yang berlandaskan perbedaan ras, suku, dan agama,  ada juga yang berdasarkan idiologi yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Ini yang terus kita perangi,” ujarnya kepada awak media pada Jumat malam (15/7/16).
Pemerintah,  menurut Niken selalu berupaya membendung efek negatif tersebut dengan kembali mengenalkan budaya bangsa yang penuh toleransi dengan media seni tradisional. Salah satunya melalui Wayang kulit, yang merupakan seni budaya yang dikenal masyarakat luas Indonesia. 
“Diharapkan wayang kulit ini dapat merajut sendi-sendi persatuan dan kesatuan dengan banyaknya teror yang akhir-akhir ini terus diusik kita,” paparnya.
Dengan pagelaran wayang kulit, Kemenkominfo optimis mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan NKRI. Tidak hanya melalui sosialiasi yang dilakukan Kemenkminfo, namun isi dari cerita wayang tersebut juga dapat disisipkan pesan nasionalisme maupun kecintaan kepada tanah air. 
“Tema yang kita angkat pada kesempatan kali ini adalah penguatan karakter Bangsa. Karena inilah yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin mengusik keutuhan bangsa Indonesia,” tekannya.  
Aksi teror yang tengah menguncang dunia  termasuk di Indonesia tidak dipungkiri sebagai upaya untuk memecah belah bangsa.  Gerakan deradikalsiasi ini tengah digencar dilakukan,  baik dengan menggelar sosialisasi, seminar maupun diskusi, serta memaksimalkan seni pertunjukan budaya. 
“Seni pertunjukan ini menjadi sarana untuk mengikat kembali Persatuan dan Kesatuan NKRI. Wayang kulit merupakan seni budaya yang berisikan ajaran  luhur yang merupakan manifestasi dari sifat bangsa Indonesia, yakni gotong royong,” pungkasnya.
[Harun Alrosid]
Lihat juga...