Budi Sudjana : Kalau Persatuan dan Kesatuan Kita Terjaga, Kita Pasti Mampu Menghadapi Semua Ancaman

SABTU, 25 JUNI 2016

JAKARTA—Persatuan dan kesatuan suatu  negara atau bangsa merupakan hal yang sangat penting harus senantiasa dijaga dan dipertahankan dengan sekuat tenaga jiwa dan raga dari segala macam ancaman, baik ancaman dari dalam maupun ancaman dari luar maupun dari dalam agar bangsa atau negara yang bersangkutan tidak mudah terpecah belah atau tercerai berai.
Budi Sudjana
Hal ini juga berlaku bagi Indonesia, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa nanti pada tanggal 17 Agustus 2016, seluruh rakyat Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71. Selama hampir 71 tahun yang lalu semenjak dibacakannya Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 berbagai cobaan dan ancaman datang silih berganti baik dari dalam maupun dari luar.
Ancaman dari luar yang pernah dialami bangsa Indonesia setelah kemerdekaan adalah terjadinya Agresi Militer 1 dan Agresi Militer 2 yang dilakukan oleh penjajah Belanda di sekitar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Belanda rupanya mencoba kembali ingin mencoba menjajah bangsa Indonesia, walaupun sebenarnya Indonesia sudah menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Sedangkan ancaman yang berasal dari dalam adalah berbagai macam pemberontakan, salah satunya adalah pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mencoba mendirikan Negara Soviet Madiun pada 18 September 1948 yang dipimpin oleh Muso. 17 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 September 1965, Partai Komunis Indonesia kembali melakukan percobaan kudeta terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam acara Ifthor Romadhon Gerakan Bela Negara bersama Organisasi Massa Islam yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Islam Indonesia, Jalan Kramat Raya, Senen,Jakarta Pusat, Mayor Jendral TNI (Pur) Budi Sudjana mengatakan “negara kita pernah mengalami berbagai cobaan yang amat berat selama mempertahankan kemerdekaannya, salah satu yang terberat adalah percobaan kudeta yang dilakukan oleh PKI berikut bersama ormas-ormasnya” kata Ketua Umum Gerakan Bela Negara (GBN).
“Untuk mencegah bangkitnya kembali PKI dan underbouwnya di Indonesia, maka mulai dari sekarang marilah kita senantiasa selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kita tidak boleh egois dan mementingkan dan mendahulukan diri sendiri daripada kepentingan umum, insya Alloh selama kita kompak dan bersatu, tidak ada suatu ancaman apapun baik dari luar maupun dari dalam yang perlu ditakuti, dengan demikian keutuhan NKRI akan selalu terjaga untuk selama-lamanya” demikian dikatakan Budi Sudjana, Jumat petang (24/6/2016). (Eko Sulestyono)
Lihat juga...