MINGGU, 15 MEI 2016
SUMENEP — Rendahnya minat baca di kalangan masyarakat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi perhatian serius Ikatan Guru Indonesia (IGI) daerah setempat. Sehingga ikatan guru tersebut harus rela turun jalan guna mengajak masyarakat gemar membaca dengan cara memberikan selebaran kepada para pengendara yang melintas di jalan.
![]() |
| Suasana saat Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengajak masyarakat gemar membaca dengan memberikan selebaran. |
Dalam aksinya ajak gemar membaca tersebut, mereka menyebarkan seribu selebaran yang dibagikan satu persatu kepada setiap pengendara yang melintas di areal kota daerah ujung timur Pulau Madura. Sehingga dengan selebaran yang berisi ajakan untuk lebih suka membaca bisa diterapkan di rumah kepada putra-putrinya, agar dapat menambah wawasan serta pengetahuan.
“Jadi dengan selebaran yang kami berikan untuk mengajak dan menggugah masyarakat agarmeningkatkan minat baca, terutama kepada anak-anak dirumahnya, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus banyak memiliki pengetahuan. Sebab jika jarang membaca jangan harap bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih luas,” kata Akhmad Fairusi, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sumenep, Minggu (15/5/2016).
Disebutkan, bahwa kegiatan menyebar selebaran itu diharapkan dapat menggugah dalam meningkatkan daya minat baca masyarakat, agar daerah ini tidak lagi masuk kategori daerah rendah minat baca. Karena hal itu tidak boleh dibiarkan terlalu lama, maka mulai sekarang memang sudah saatnya untuk dicarikan jalan keluar yang baik.
“Selama ini minat baca di Sumenep masih jauh dari harapan kita semua, sehingga kami berinisiatif dengan salah satunya adalah, penyebaran selebaran ajakan gemar membaca kepada para pengendara yang melintas,” jelasnya.
Menurut dia menuturkan, minimnya minat baca di daerah ini menjadi permasalahan yang sangat komplek, sehingga akan menjadi tantangan bagi semua pihak agar dapat merubah kebiasaan menjadi senang membaca. Karena merubah hal itu tidaklah mudah, sehingga akan memakan waktu cukup lama agar bisa berjalan sesuai harapan bersama.
“Jadi sekarang ini masyarakat, guru dan anak didik masih belum dibiasakan untuk membaca, terutama di lingkungan sekolah, seandainya kebiasaan itu dimulai dari sekolah kemungkinan kedepan masyarakat akan terbiasa untuk membaca, baik di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya. (M. Fahrul)?