MINGGU, 17 APRIL 2016
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Miechell Koagouw
JAKARTA — Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2016 mengangkat tema “Kuliner Nusantara Kekayaan Budaya Bangsa” yang dilaksanakan tanggal 14 – 16 April 2016 di Mall Artha Gading Jakarta memiliki 65 booth kuliner yang ditempati oleh 24 Provinsi, 17 kabupaten/kota, 12 resto, dan beberapa partisipan lainnya.
![]() |
| Foto bersama usai penyerahan hadiah booth kuliner terbaik, (dari kiri ke kanan) Kabid Promosi Wisata Budaya Kemenpar RI, Ni Putu Gayatri, Sekda Kabupaten Supiori Provinsi Papua, Octovianus Rumere, keenam perwakilan booth kuliner terbaik, Ketua penyelenggara Inke Maris, M.A., Kadis Budaya dan Pariwisata Kalimantan Barat, Simplisius, dan Penari tradisional Papua. |
FKN 2016 bertujuan untuk lebih memperkenalkan kuliner nusantara sebagai salah satu daya tarik wisata baik bagi wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Selain itu untuk memberikan informasi aktual dan akurat mengenai berbagai keragaman kuliner nusantara yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, beserta sejarah dan filosofinya, sekaligus mendorong minat masyarakat untuk mengkonsumsi dan mencintai kuliner nusantara serta menciptakan ikon kuliner nusantara sebagai salah satu kuliner terbaik di dunia untuk menjadi media promosi wisata Indonesia.
Acara puncak FKN 2016 pada tanggal 16 April 2016 ditutup dengan pemilihan 6 (enam) booth kuliner terbaik selama FKN 2016. Hadiah yang diberikan adalah piagam penghargaan beserta uang pembinaan total sebesar 11,5 juta rupiah. Adapun acuan penilaian diambil berdasarkan dekorasi booth kuliner, tema yang diangkat, kreatifitas, busana atau penampilan pelayan di booth kuliner sesuai dengan tema yang dikedepankan, dan tampilan menu di standing banner masing-masing booth kuliner.
Booth kuliner terbaik urutan pertama diraih oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengangkat tema menu minuman tradisional keraton Yogyakarta bernama ‘Beer Jawa’. Menyusul provinsi Banten dengan tema merakyat ‘Babacakan Banten’ yang artinya kurang lebih adalah ‘makan bersama-sama’. Urutan ketiga diraih provinsi Jawa tengah yang juga mengangkat unsur kuliner tradisional. Berikutnya ada diurutan keempat, provinsi Jambi dengan tema kuliner tradisional. Urutan kelima provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengangkat tema kuat berupa ‘samba’ (lumbung padi khas suku sasak lombok) serta kuliner ayam taliwang. Terakhir diurutan keenam dari provinsi Kepulauan riau (Kepri) dengan tema yang kurang lebih sama yaitu mengangkat sisi tradisional kuliner daerah.
Ketua penyelenggara Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2016, Inke Maris,M.A, dari PT. Impresi Perdana / Inke Maris & Associates, perusahaan dibidang komunikasi strategis dan bidang pengelolaan MICE dan events, berharap dengan kegiatan ini akan tercipta beberapa ikon kuliner nusantara untuk menjadi ikon kuliner dunia. Dari sini dapat memberikan pengaruh positif dalam peningkatan kunjungan wisnus dan wisman.
“Pertumbuhan industri kuliner mempunyai peran besar dalam penyerapan tenaga kerja, dan turut meningkatkan pendapatan daerah, karena itu upaya promosi seperti Pesona Indonesia, khususnya FKN 2016 perlu dilakukan secara konsisten.” pungkas Inke.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata RI, INi Putu Gayatri menyatakan bahwa FKN 2016 akan dilanjutkan di tahun depan penyelenggaraannya. Hal ini berdasarkan pantauan di lapangan akan antusiasme peserta dan animo pengunjung terkait FKN 2016.
“Itu sangat memberi inspirasi untuk melanjutkan perjuangan dalam meneguhkan kedaulatan kuliner nusantara dalam event serupa di tahun depan,” ujarnya singkat.
“Kemenpar RI menargetkan pemasukan uang kurang lebih 1 miliar rupiah selama tiga hari berlangsungnya FKN 2016. Artinya dari 65 booth yang ada, masing-masing harus menghasilkan kurang lebih 15 juta rupiah dalam tiga hari. Kami optimis bisa tercapai, karena hari ini saja lalu lintas pengunjung serta penikmat kuliner yang masuk ke area FKN 2016 menurut pantauan sudah menyentuh angka 1.200 orang,” lanjut Ni Putu Gayatri menerangkan.
Akan tetapi evaluasi tetap penting dilakukan sebagai bahan koreksi sebelum melaksanakan event selanjutnya. Dalam pantauan Cendana News, pemilihan hari pelaksanaan acara wisata kuliner FKN 2016 dimulai hari kamis tanggal 14 April 2016 yang adalah hari kerja, menimbulkan kesulitan dari sisi intensitas pengunjung di hari pertama. Sebaiknya acara serupa dimulai hari Jumat, sehingga acara penutup akan jatuh tepat hari minggu (jika acara diadakan tiga hari).
Masukan positif tersebut ternyata senada dengan pantauan Ni Putu Gayatri yang juga akan melakukan evaluasi terkait penentuan hari pelaksanaan acara serupa kedepannya. Ia menyadari event FKN 2016 merupakan kali pertama baginya terkait penyelenggaraan event kuliner tingkat nasional. Sehingga kedepannya sudah pasti akan lebih baik lagi dengan belajar dari pengalaman sebelumnya.
” memang benar, penentuan hari pelaksanaan turut menentukan pencapaian target kerja yang diinginkan. Kami akan memperbaiki dalam pelaksanaan event selanjutnya tahun depan. Akan tetapi terlepas dari itu, kami cukup puas dengan semangat para peserta dan animo pengunjung untuk acara ini. Suntikan semangat bagi kami,” pungkasnya.
Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2016 dibarengi dengan suguhan tari-tarian tradisional dari Aceh, Kalimantan, dan Papua, serta permainan ‘sape’ (alat musik khas suku dayak) yang menyentuh. Puncak acara penutupan Festival Kuliner Nusantara 2016 ditandai dengan penampilan grup musik papan atas tanah air, RAN.