Semrawut, Pasar Inpres Larantuka Perlu Penanganan Serius

SELASA, 29 MARET 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary

LARANTUKA  — Pasar Inpres Larantuka yang merupakan jantung perekonomian di Ibukota Flores Timur, Nusa Tenggara Timur saat ini butuh perhatian serius. Baik dari segi infrastruktur, termasuk aturan dalam berjualan hingga akses kendaraan.
Pasar Inpres Larantuka
Dari pantauan Cendana News, angkutan kota dan kendaraan bermotor lainnya bebas masuk ke areal depan pasar. Dia areal jalan yang hanya selebar 3 meter, para pedagang ikan dan hasil kebun menggelar dagangan. Persis di sebelah utaranya dibangun toko dua lantai yang terlihat kumuh dimana temboknya dipenuhi coretan.
Jalan di sebelah timur pasar juga kedua sisinya dipenuhi pedagang ikan dan kebutuhan pokok lainnya. Pedagang membuat meja dagangan dengan memakai bambu atau kayu seadanya untuk menggelar dagangan. Hampir semua sudut pasar dipenuhi terpal yang dipasang pedagang untuk berteduh dan melindungi barang jualannya.
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh beberapa konsumen, salah satunya warga Larantuka, Yulius Hera. Ia mengatakan, pasar yang dibangun sejak puluhan tahun silam perlu diperlebar atau diperbarui. Dalam perkembangan saat ini, kapasitas pasar tidak bisa lagi menampung banyaknya pedagang.
“Kota semakin berkembang tapi pasar masih tetap seperti jaman dahulu. Seharusnya dibangun baru saja, apalagi ini satu-satunya pasar terbesar di kota Larantuka,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang ikan yang berjualan di pasar Inpres Larantuka menyebutkan, lokasi tersebut merupakan tempat menggantungkan perekonomian keluarganya. 
“Kalau dibangun lebih besar dan ditata tentu lebih baik,” sebut Aminah.
Dengan perbaikan atau pembaruan pasar, kondisi pedagang yang berjualan di jalan atau diluar lokasi akan terhindarkan. Hal tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Lihat juga...