Petani di Solo Mengeluh Harga Gabah Anjlok

SENIN, 7 MARET 2016
Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Harun Alrosid

SOLO—Kalangan petani di Kabupaten Karangnyar mengeluhkan harga gabah anjlok bersamaan musim panen tahun ini. Harga gabah yang kini hanya Rp 3.100 per kg membuat petani merugi karena tidak sebanding biaya yang dikeluarkan.


Salah satu petani asal Desa Popongan, Karanganyar, Agus Sutoyo,45 th, menyayangkan anjloknya harga gabah yang bersamaan dengan musim panen. Pasalnya, anjloknya harga gabah ini baru terjadi sepekan lalu. Petani yang sebelumnya berharap menikmati panen dengan harga tinggi, justru merugi. “Harga gabah anjlok ini membuat petani merugi karena hasilnya dikembalikan untuk biaya tanam lagi sudah imbang,” keluhnya kepada cendananews.com (07/03/16).
Lebih lanjut Agus mengatakan, dari lahanya satu petak sekitar 3000 m2 dapat menghasilkan 2 ton gabah. Sementara harga gabah saat ini dihargai Rp 310.000 per kwintal atau Rp 3100 per kg. Padahal sepekan sebelumnya harga gabah masih 3800 per kg. Keterbatasan dana dan lahan yang dimiliki membuat seluruh padi langsung dijual kepada pengepul. “Kalau tidak langsung dijual tidak bisa untuk hidup. Soalnya hanya ini yang saya miliki,” tururnya.
Hal serupa juga dikatakan petani lain, Suwandi,60 th, yang menyebutkan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan sekali tanam mencapai Rp 2,5 juta lebih. Sementara hasil panenpetani maksimal Rp 7 juta. “Itu belum dikurangi biaya sewa lahan. Kalau ditotal seluruhnya, petani cuma dapat Rp 2 juta. Itu selama 4 bulan lho pak,” ungkapnya. 
Menurutnya, panen raya tahun ini petani tidak bisa untung karena harga gabah jatuh. Pengeluaran rutin yang dikeluarkan meliputi biaya pembelian pupuk, benih, membajak lahan, tenaga tanam, tenaga perawatan, hingga tenaga saat panen.”Untuk sekali tanam biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 5 juta,” paparnya. 
Petani ini tak tau menahu alasan harga gabah anjlok. Hanya saja anjloknya harga gabah ditengarai melimpahnya panen raya tahun ini. “Tapi anehnya harga beras kok tetap tinggi, ini bagaimana,” tanyanya.
Petani berharap pemerintah lebih peka terhadap kebutuhan petani, seperti subsidi pupuk, ketersediaan benih handa. Petani juga meminta pemerintah mampu mengendalikan harga gabah agar tidak merugi terlalu banyak. 
Lihat juga...