Pelanggan Lampu Sehen PLN Ruteng Keluhkan Dualisme Penagihan

Lampu Sehen – Ilustrasi [pln]
FLORES — Pelayanan Lampu Super Ekstra Hemat Energi (Sehen) dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Ruteng pada sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai patut diakui cukup menjawabi kebutuhan akan penerangan. Akan tetapi, pemakaian lampu tenaga surya ini ternyata menyimpan persoalan pula.
Seperti yang terjadi di Desa Jaong, Kecamatan Satarmese, pelanggan mengeluhkan persoalan dualisme penagihan iuran. Hal ini diakui sangat merugikan sejumlah pelanggan tertentu karena harus melayani dua tagihan untuk satu urusan yang sama.
“Saya punya, pertama waktu itu saya bayar Rp 1 juta. Tapi kok tiba-tiba yang sudah saya bayar ini, PLN Ruteng ternyata tidak akui. Waktu itu pas ada petugas dari PLN juga yang datang kemudian. Katanya, PLN Ruteng belum pernah terima uang dari saya. Saya kemudian dipaksa lagi bayar sekitar Rp 500-an ribu. Sementara yang saya sudah bayar sebelumnya terhitung tidak pernah bayar,” ungkap Na di Jaong, Jumat (14/08/2015).
Na mengakui, dirinya berada di bawah tekanan besar saat harus membayar kepada petugas PLN Ruteng yang datang sebelumnya. Yang sangat berat, kata dia, adalah ancaman akan dicabut Lampu Sehen di rumahnya jika tidak membayar. “Saya terpaksa bayar karena ancamannya, kalau tidak bayar, lampu dicabut. Pakai seragam PLN ‘kan mereka waktu itu,” ujarnya.
Bahkan kartu rekening tagihan dan kuitansi pembayaran miliknya juga mereka bawa dan belum dikembalikan hingga sekarang. Akibatnya, ibu dari tiga anak ini mengakui tidak bisa berbicara banyak karena tidak bisa menunjukkan bukti pembayaran saat kemudian petugas lain dari PLN Ruteng datang.
Na sangat berharap, uang jutaan rupiah yang diakuinya sudah diberikan sebelumnya kepada petugas PLN bisa diakomodir oleh pihak PLN Ruteng. “Saya tidak mau kalau uang saya hangus begitu saja. Uang itu tidak muncul begitu saja. Saya mendapatkannya dengan susah payah,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan kuitansi pembayaran terakhir yang diterima Na dari PLN Ruteng, dirinya dinyatakan telah membayar iuran Lampu Sehen hingga Januari 2015 dengan nominal uang sebesar Rp541.000. 
JUMAT, 14 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...